Persaingan Advokat Senior Rebut Kursi Ketua DPC Peradi Banjarmasin

Persaingan Advokat Senior Rebut Kursi Ketua Dpc Peradi Banjarmasin

Liputan4.com, Banjarmasin-Musyawarah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) Banjarmasin ke II di gelar di hotel Best Western Sabtu (30/1) pagi.

Musyawarah II Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Banjarmasin, diharapkan dapat berjalan dengan lancar serta melahirkan pemimpin yang terbaik.


Dalam agendanya musyawarah 5 tahunan ini akan di lakukan pemilihan ketua DPC Peradi Banjarnasin yang baru. Di mana sebelumnya posisi ketua lama Bun Yani.

Ketua Pelaksana Muscab ke II DPC Peradi Banjarmasin Rasyid Rahman mengatakan ada tiga kandidat yang bersaing untuk memperebutkan kursi kepemimpinan DPC Peradi Banjarnasin yang baru.

Mereka adalah para Advokat kondang yakni Edy Sucipto, Dian Korona, dan Rasyid Rahman sendiri. “Kalau untuk Advokat Fauzan Ramon masih belum pasti, apakah juga mencalon”, bebernya.

Dijelaskannya bahwa ada persyaratan yang harus dipenuhi para kandidat. Mereka minimal sudah lima tahun menjalani praktek jadi Advokat, dan pernah menjabat di pengurusan DPC Peradi Banjarmasin. “Kalau tiga calon tadi sudah memenuhi persyaratan, tambahnya”.

Untuk jumlah anggota DPC Peradi Banjarnasin sendiri berjumlah 503 orang. Kendati demikian tidak semua anggota bisa berhadir di Muscab II yang di gelar dalam satu hari ini, sehingga kita kuota forum menyesuaikan.

“Anggota yang hadir sebanyak 157 orang dari 503 anggota Peradi Banjarmasin, karena masih belum mencukupi kouta forum 50+1, maka rapat diskors 1 jam. Ketika tenggat waktu habis kouta forum masih belum tercapai, maka kouta forum itu yang diambil, “jelasnya.

Adapun ketua bidang organisasi DPN Peradi Rusmin Wijaya mengharapkan ketua yang terpilih bisa menjalankan roda organisasi Peradi Banjarnasin lebih baik lagi.

“Organisasi ini harus tetap memperjuangkan sebagai organisasi profesi yang bisa diandalkan dan bisa memberikan perlindungan dan membela masyarakat guna mencari keadilan” harapnya.

Rusmin mengatakan eksistensi Peradi banjarmasin harus tetap berjalan mengingat organisasi advokat yang berjumlah kurang lebih 60 ribu di seluruh Indonesia tersebut terbentuk dari 8 gabungan organisasi profesi advokat, yaitu Ikadin, AAI, IPHI, HAPI, SPI, AKHI, HKHPM, dan APSI.

“UU jelas mengamanatkan bahwa Peradi didirikan oleh 8 organisasi pada saat itu. Pada prinsip kami organisasi advokat adalah Peradi”, tutupnya.

Penulis/Editor  :  NandoL4