Masyarakat Sorot Pelaksanaan Kegiatan Desa Sukawangi Tahun 2019

Sukawangi, Kabupaten Bekasi – Liputan4.com

Prioritas penggunaan dana desa tahun 2020 diatur Kementrian Desa PDTT dengan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. PermendesaPDTT Nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020 ditetapkan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo pada tanggal 2 September 2019 di Jakarta.


 

Sedangkan sebagai masyarakat, siapapun berhak mengetahui penyaluran dan penggunaan anggaran dana Desa tersebut, pada Pasal 68 Undang-undang No.6/2014 tentang Desa telah mengatur hak dan kewajiban masyarakat desa untuk mendapatkan akses dan diklibatkan dalam poembangunan desa. Pelibatan masyarakat menjadi faktor yang paling mendasar karena merekalah yang mengetahui kebutuhan desa dan secara langsung menyaksikan jalannya pembangunan desa.

 

Serta PP 45 tahun 2017, Tentang Partisipasi Masyarakat dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, diterbitkan dengan pertimbangan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 354 ayat (5) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

 

Hal tersebut diungkapkan Boy Iwan selaku Tokoh Muda Bekasi, tentang pelaksanaan dan penyaluran Anggaran Dana Desa Sukawangi Kecamatan Sukawangi Kabupaten Bekasi, Dirinya menduga adanya Laporan pelaksanaan kegiatan yang diduga tidak dilaksanakan, kegiatan tersebut adalah Pelatihan Pemberdayaan Perempuan dan Pelatihan Penyuluhan Perlindungan Anak.

 

Menurut Boy dua kegiatan di Desa Sukawangi tersebut Bersumber dari Dana Desa Tahun 2019, diduga kegiatan itu tidak pernah dilaksanakan Desa Sukawangi.

 

 

“Saya menduga dua Kegiatan yang bersumber dari Dana Desa Sukawangi tahun 2019 itu, tidak dilaksanakan, dan bisa jadi LPJ yang dikeluarkan oleh Desa Sukawangi Hanya Fiktif”. Papar boy Kepada Wartawan.

 

Dengan adanya kegiatan yang diduga tidak dilaksanakan tersebut, dirinya menyayangkan hal tersebut, dan boy berencana akan melanjutkan permasalahan tersebut ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi untuk di tindak lanjuti.

 

“Saya sangat menyayangkan adanya kegiatan yang diduga Fiktif tersebut, untuk itu, berdasarkan bukti yang saya punya saya akan melanjutkan permasalahan ini ke Kajari Kabupaten Bekasi agar bisa ditindak lanjut”. Papar boy