LIPUTAN4.COM
Berita hari ini Indonesia dan Dunia, Kabar Terbaru dan Terkini

Tim Gabungan Kecele Lakukan Razia Tempat Karaoke

0 1.052

Liputan4.com, PAMEKASAN – Tim gabungan yang terdiri dari satpol PP, polisi, dan TNI menggelar razia di seluruh tempat karaoke dini hari kemarin (6/12). Namun, razia itu tanpa hasil.

Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan Hasanurrahman menyampaikan, razia itu merupakan kegiatan rutin. Secara berkala, aparat gabungan merazia seluruh tempat hiburan karaoke.

Sebab, dikhawatirkan hiburan yang ditutup Bupati Baddrut Tamam beberapa waktu lalu itu tetap beroperasi. Secara regulasi, tidak boleh tempat karaoke room beroperasi di Kota Gerbang Salam.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perda 3/2015 tentang Penyelenggaraan Hiburan dan Rekreasi. Semenjak aturan itu diberlakukan, hanya karaoke keluarga di tempat terbuka yang boleh beroperasi.

Enam tempat karaoke disambangi. Yakni, Putri, Kampoeng Kita, King Wan’s, Wiraraja, Pujasera, dan Dapur Desa. Namun, saat dirazia, keenam tempat hiburan itu tidak beroperasi. ”Kalau yang ada kafenya, hanya kafe yang beroperasi,” katanya.

Hasan memastikan, informasi razia yang digelar itu tidak bocor. Dia meyakini pengusaha karaoke memang tidak membuka secara diam-diam bisnis terlarang itu.

Pengawasan dan razia akan terus dilakukan. Harapannya, tidak ada tempat karaoke terlarang beroperasi. Seluruh ketentuan yang diberlakukan pemerintah wajib dipatuhi. ”Kami yakin razia ini tidak bocor,” ujarnya.

Koordinator Komisi I DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, pengawasan dan razia terhadap tempat hiburan malam harus lebih masif. Pemerintah memutuskan tidak boleh ada tempat karaoke room.

Keputusan itu disepakati antara eksekutif dan legislatif sehingga terbentuk perda. Dengan demikian, siapa pun harus tunduk dan patuh terhadap aturan. ”Tidak ada alasan untuk tidak patuh pada aturan,” tegasnya.

Razian yang dilakukan aparat gabungan bukan hanya sekali. Tetapi, trennya hampir sama. Yakni, tidak ditemukan tempat karaoke beroperasi. Dikhawatirkan, razia itu tidak steril. Dengan demikian, wajib dilakukan evaluasi.

Jika benar-benar tempat karaoke itu tidak beroperasi, masyarakat akan senang. Tetapi, jika beroperasi secara diam-diam, akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Dengan demikian, satpol PP harus mengevaluasi teknis razia yang dilakukan.

Dalam rapat kerja antara komisi I dengan satpol PP, penegak perda itu akan dimintai pemaparan mengenai razia yang selama ini dilakukan. Harapannya, razia steril dan hasilnya sesuai keinginan. ”Kami berharap perda tidak hanya jadi macan kertas,” tandasnya.

Sumber: Radarmadura.com

Ekspresikan Reaksi Anda
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry
Loading...
Loading...

Situs web ini menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda. Kami akan menganggap Anda setuju dengan ini, tetapi Anda dapat menyisih jika mau. Terima Baca selanjutnya