Kisah  

Sejarah bekasi… Hamot pasukan liar sang ratu

Bekasi Liputan4.com Hamot…adalah kepanjangan dari Here Majesteit’s Ongeregelde Troepen atau Pasukan Liar Sang Ratu

Haji Sidin masih ingat bagaimana pasukan Belanda menerobos Karawang dari arah Tambun sekitar Juli 1947.


” Mereka berhasil menerobos menyebrangi jembatan Gedunggedeh diatas Cibarusah terus menusuk jantung Karawang” ujar pak Haji Sidin lagi.

Yang tidak akan dilupakan olah nya adalah rombongan terdepan tentara Belanda itu adalah tentara Belanda tapi “item” dan itu buka KNIL… tapi pribumi kampung!…

” ya itu anak anak muda dari Tambun, ada yg saya kenal dulunya centeng atau jawara di pasar Tambun” masih kata Haji Sidin..

Ya yang diceritakan oleh pak Haji Sidin adalah group tentara pribumi bentukan Belanda yang bernama HAMOT…

HAMOT adalah kepanjangan dari Here Majesteit’s Ongeregelde Troepen atau Pasukan Liar Sang Ratu.

Pasukan ini dibentuk atas prakarsa seorang Intel tentara Belanda bernama Koert Bavinck yang melihat kesempatan bagus saat didengar pasukan liar Panji tertangkap.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Oleh Bavinck anggota gerombolan Panji yang adalah menantu Haji Darip dan pernah tergabung dalam LRDR atau Laskar Rakjat Djakarta Radja di manfaatkan untuk jadi pasukan reguler di bawah asuhan Belanda.

Dengan jaminan gaji dan ekonomi, jadilah pasukan HAMOT ini pasukan yang bisa diandalkan walau awalnya dibentuk hanya untuk tugas Intel dan sabotase tapi lama kelamaan tugas operasi militer penuh juga di lakukan HAMOT.

Dan dalam operasi penerobosan Bekasi dan Karawang… HAMOT lah pasukan terdepan yang berhadapan langsung dengan TKR Devisi beruang Merah.

Jadi sesama anak bangsa di adu sebagaimana politik Belanda….

Nah operasi penerobosan ke Karawang ini sangat sukses hingga Letnan Bavinck di anugerahi bintang kehormatan langsung oleh Jendral Spoor.

Sedang HAMOT sendiri akhirnya bubar karena mulai tidak efektif lagi dan sebagian anak buah Panji yg tergabung di HAMOT banyak yang disersi karena perlakuan diskriminasi dari Belanda.

Nasib Panji sendiri sampai sekarang tidak tahu kemana rimbanya.

Sumber: majalah Historia