PPDB KOTA MEDAN 2022

Pengusaha Ternak Kabupaten Kupang Komit jadi Penyuplai Daging dan sebagai Lumbung Ternak Nasional

Pengusaha Ternak Kabupaten Kupang Komit Jadi Penyuplai Daging Dan Sebagai Lumbung Ternak Nasional
Salah satu pelaku usaha perdagangan ternak antar kabupaten asal Kabupaten Kupang Benidiktus Masneno

KUPANG – Para pengusaha ternak di Kabupaten Kupang berkomitmen untuk siap mempertahankan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai daerah penyuplai daging dan juga sebagai lumbung ternak tingkat nasional.

Komitmen pengusaha ternak sangat beralasan karena NTT merupakan salah satu provinsi di Indonesia sebagai pemasok daging sapi untuk kebutuhan daging nasional.


Perlu diketahui bahwa Provinsi NTT dikenal sebagai lumbung ternak nasional.  Sapi potong dikenal memiliki peran yang cukup luas bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur, baik dari segi sosial maupun ekonomi.

Salah satu pelaku usaha perdagangan ternak antar kabupaten asal Kabupaten Kupang Benidiktus Masneno kepada media ini, Jumat (25/2/2022) menyatakan menjamin sebagai ujung tombak dalam usaha ekspor daging asal Kabupaten Kupang dengan tetap menghasilkan daging dengan kualitas terbaik.

“Kami menjamin sebagai ujung tombak dalam usaha ekspor daging asal kabupaten kupang akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghasilkan daging dengan kualitas terbaik” Ungkap Benediktus Masneno.

lanjut kata Masneno, mereka lakukan itu semata-mata agar NTT sebagai daerah pemasok daging tetap dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat pengomsumsi daging asal Kabupaten Kupang pada  skala nasional.

Masneno juga memastikan tetap menjaga stok daging, dan ternak yang dipotong bukan dari ternak betina yang masih produktif, sehingga populasi ternak di Kabupaten Kupang terus produktif, sehingga produktivitas penyuplai daging di NTT tetap berkelanjutan guna mempertahankan pelestarian populasi ternak.

Pengusaha Ternak Kabupaten Kupang Komit Jadi Penyuplai Daging Dan Sebagai Lumbung Ternak Nasional
Kadis Peternakan Kabupaten Kupang,  Alexander Oktavianus Mette, S.h

Lebih lanjut, Kadis Peternakan Kabupaten Kupang,  Alexander Oktavianus Mette, S.H menyatakan bahwa pemerintah mendukung penuh para pelaku usaha ternak dengan tetap memberikan pengawasan yang intens terhadap kualitas dan populasi ternak di Kabupaten Kupang.

“Kami pemerintah mendukung penuh para pelaku usaha ternak agar hasil daging untuk ekspor tetap maksimal dan sesuai yang diharapkan serta sejalan dengan motto Kabupaten Kupang, yang mandiri dan berdaya saing” Urai Kadis Peternakan Kabupaten Kupang.

Disamping itu Alexander juga mengingatkan agar proses pemeliharaan hingga pemotongan harus tetap sesuai prosedur agar stok daging tetap bisa terjaga.

“Para pelaku usaha agar memilih ternak yang sehat dan menghindari dari pemotongan ternak sapi yang masih produktif agar stok daging tetap ada ke depan” pungkasnya.

Berdasarkan tulisan Achmad Firman,  Dosen dan Peneliti Departemen Sosial Ekonomi Pembangunan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran, bahwa Secara sosial, sapi potong merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat pertanian, dimana jika peternak memiliki banyak sapi potong berarti tingkatan strata sosial masyarakatnya tinggi.

Achmad daam tulisannya juga mengungkapkan bahwa dari segi ekonomi, sapi potong bermanfaat sebagai simpanan dan kebutuhan yang mendesak, karena peternak dapat menjual sapi potong dengan cepat kepada pedagang untuk mendapatkan uang tunai. Sebab, sapi potong merupakan modal yang sangat likuid bagi peternak.

Menurutnya, populasi sapi potong di NTT mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi NTT (2019), populasi sapi potong telah mencapai lebih dari 1 juta ekor. Populasi sapi potong dipelihara oleh peternak, bahkan lebih dari 95 % didominasi oleh peternak rakyat.

Achmad juga mengingatkan bahwa pemerintah saat ini sementara gencar menyuarakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam menghadapi pandemi covid-19 yang salah satunya berfokus kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Maka Khusus untuk Provinsi NTT Salah satunya adalah dengan mengembangkan program ekspor ternak. Kabupaten Kupang merupakan salah satu pemasok daging yang diekspor ke berbagai wilayah di Indonesia. Sadar akan hal tersebut para pelaku usaha perdagangan ternak di kabupaten kupang berusaha untuk tetap menjaga kualitas daging yang dihasilkan” Tutup Acmad dengan penguatan dan motivasi bagi peternak di Kabupaten Kupang. (tim)*

Print Friendly, Pdf & Email