Pekerjaan Proyek Pengaspalan Penetrasi di Desa Pamoroh Kecamatan Kadur Diduga Terindikasi Koruptif

Pekerjaan Proyek Pengaspalan Penetrasi Di Desa Pamoroh Kecamatan Kadur Diduga Terindikasi Koruptif
STIK FAMIKA

Liputan4.com, Pamekasan – Pekerjaan pengaspalan jalan lapis penetrasi (Lapen) di Dusun Sumber Bindung Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan diduga terindikasi berbau koruptif.

Dari hasil investigasi yang dilakukan oleh tim investigasi LSM Jatim Coruption World (JCW) Abdurrahem saat diwawancarai oleh media ini (14/21). Mengatakan, dirinya menerima laporan dari masyarakat setempat meminta agar segera ke lokasi pekerjaan untuk mengecek, karena ada proyek pengaspalan yang tidak tahu asal usulnya.


“Kami dapat laporan langsung dari masyarakat di sana mas, memberitahu saya jika sudah dikerjakan proyek pengaspalan jalan,” tuturnya

Sesampainya di lokasi Rahem menemukan banyak kejanggalan. Diantaranya, dalam pekerjaan panitrasian tersebut pasangan batu cor 2/1 tidak dikeritis oleh aspal, sebagai perekat agar batu cor tersebut pada waktu di Wales tidak mengelupas dan terus pasangan batu 1/1 pecah mesin itu tidak merata menutupi celah celah batu cor 1/2 agar hasil pengaspalannya bagus dan rata langsung di pasang.

Tidak haya itu saja, Rahem menuturkan dalam pengaspalan itu tidak rata masih banyak batu yang terlihat, itu disebabkan karena pada waktu pengaspalan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknik pengaspalan jalan.

“Pengaspalan itu tidak sepadan dalam aturan pengaspalan, biasanya dalam pengaspalan ukurannya biasanya 4,5 meter persegi sedangkan di lapangan jauh dari ukuran standard dan hasil pengaspalannya saja sangat buruk sekali,” ungkapnya

Selain itu, kata Rahem proyek tersebut melanggar undang undang nomor 14 tahun 2008 tentang, keterbukaan Informasi Publik (KIP). Karena pekerjaan itu tidak terpampang papan nama proyek pekerjaan tersebut, sehingga masyarakat setempat timbul tanda tanya besar, proyek tersebut dari instansi mana, dan dana anggarannya berapa, secara tegas Rahem mengatakan akan segera melaporkannya ke penegak hukum.

“Kami menduga proyek tersebut sarat akan korupsi, sudah jelas kami akan melaporkan realisasi pekerjaan tersebut ke penegak hukum. Agar keluhan warga di sana tidak sia-sia begitu saja,” tandasnya

Sementara itu, Kepala Desa Pamoroh saat di konfirmasi oleh media ini via WhatsApp, hanya celtang satu.

Print Friendly, Pdf & Email