PAI Non PNS Turut Andil dalam Menyampaikan Protokol Kesehatan

Pai Non Pns Turut Andil Dalam Menyampaikan Protokol Kesehatan

Liputan4.Com, Rokan Hilir ~ Situasi New Normal saat ini, Jum’at (19 Juni 2020), bukan berarti segala aktivitas bisa normal seperti biasanya, ada aturan yang harus di patuhi oleh masyarakat dalam melakukan aktivitas, begitu juga halnya dengan melaksanakan prosesi akad nikah.¬†

Apabila ingin melangsungkan prosesi akad nikah saat ini, maka harus menerapkan protokol kesehatan dan mendatangkan sejumlah orang yang telah ditentukan oleh pihak Kementrian Agama.


Dalam situasi saat ini masyarakat Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau, di perbolehkan melangsungkan prosesi akad nikah dirumah, hanya saja harus menggunakan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan pandemi covid-19.

Dalam Kata sambutan, Muhammad Yusuf, S.Pd.I selaku PAI (Penyuluh Agama Islam) Non PNS di Kecamatan Kubu, tidak lupa menyampaikan protokol kesehatan Pada prosesi Akad nikah yang menjadi peraturan Pemerintah (KEMENAG). Dia menghimbau kepada calon pengantin dan wali untuk memakai sarung tangan dan masker disaat prosesi Akad nikah, begitu juga kepada para undangan yg hadir dibalai nikah untuk memakai masker.

Beliau juga mengungkapkan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 ini masyarakat perlu memperbaiki perilakunya, lebih taat kepada aturan dan lebih patuh kepada protokol kesehatan. Namun, menurut dia, protokol kesehatan ini terkadang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan.

Karena itu, untuk menghadapi Covid-19 dia menekankan pentingnya selalu
menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. “Bagian penting inilah yang harus kita lakukan selama Covid ini masih ada, selama wabah ini masih menjadi ancaman meskipun kita berada dizona hijau,” ucapnya

Ustadz yang berdomisili di Parit Mat Ali Kepenghuluan Tanjung Leban ini juga mengungkapkan bahwa “selain kami sebagai penyuluh berperan menyampaikan protokol kesehatan ini , kami yakin MUI dan ormas Islam lain nya juga turut andil menyampaikan penting protokol kesehatan¬†terhadap umat, Sehingga diharapkan masyarakat kita yang mayoritas Islam ini betul-betul bisa memahami menghargai dan menghormati peraturan Pemerintah.” Paparnya.

Ustadz alumni Ponpes Darel Hikmah Pekanbaru ini pun merasa yakin masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam sangat patuh dan taat terhadap aturan-aturan.

“Inilah yang menjadi harapan kita semua Semakin banyak tokoh-tokoh agama Islam yang menyampaikan pesan pentingnya protokol kesehatan, sehingga bangsa kita akan semakin cepat mengatasi Covid-19,” jelasnya.

Selain itu, PAI NoN PNS ini yg juga sebagai Staf pengajar Bahasa Arab di MTS Alwasliyah Kecamatan Kubu Babussalam ini juga mengungkapkan bahwa beliau memiliki beberapa kewajiban yang diantaranya menyiapkan materi khutbah dan tausyiah terkait untuk menghadapi Covid-19.
“Didalam materi khutbah, dan tausiyah kepada masyarakat disaat kondisi musibah dalam materi tersebut berisi bahwa umat harus memperbanyak bersabar dan mendekatkan diri kepada Allah dan memberi pelajaran dan kesadaran umat untuk mematuhi protokol kesehatan,” Tuturnya.

Sebelum Rombongan pengantin berangkat menuju KUA Kubu, Ustadz ini juga memimpin Doa selamat dan mendoakan pengantin agar menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah WaRohmah (SAMAWA). (YSF)