Opini  

Opini; Jeneponto Yang “Tidak” Lagi Tertinggal

Opini; Jeneponto Yang &Quot;Tidak&Quot; Lagi Tertinggal

Jeneponto Yang “Tidak” Lagi Tertinggal

Oleh: Syahridha, M.Kep, M.Ked.Trop
( Penerima beasiswa Afirmasi LPDP 2016, Alumni Magister Kedokteran Tropis Unair, Kandidat Doktor Ilmu Kedokteran Unhas)


 

Kabupaten Jeneponto patut berbangga, sebab tidak lagi menyandang status sebagai daerah/kabupaten tertinggal. Keluarnya Jeneponto sebagai daerah tertinggal sesuai dengan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 63 tahun 2020 tentang penetapan daerah tertinggal tahun 2020-2024.

Daerah Tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional.

Daerah tertinggal diukur dengan enam kriteria. Pertama, kondisi ekonomi masyarakat dengan ukuran pendapatan per kapita dan tingkat kemiskinan.

Kedua, capaian pembangunan manusia, diukur dari komponen indeks pembangunan manusia (IPM), seperti usia harapan hidup dan tingkat pendidikan. Ketiga, ketersediaan sarana prasarana daerah seperti transportasi, sekolah, rumah sakit, listrik, telekomunikasi, pasar, dan seterusnya.

Keempat, kemampuan keuangan daerah untuk membangun. Kelima, keterjangkauan masyarakat terhadap sarana prasarana publik. Keenam, karakteristik kewilayahan, terutama kerentanan terhadap bencana alam ataupun sosial.

Dengan keluarnya Jeneponto sebagai daerah tertinggal menandakan bahwa semua kriteria tersebut diatas sudah tidak terpenuhi lagi. Artinya, Jeneponto sudah dianggap berkembang dari sebelumnya.

Peningkatan Akses Pendidikan

Salah satu indikator atau kriteria daerah tertinggal yakni capaian pembangunan manusia yang dilihat dari indeks pembanguan pembangunan manusia seperti pendidikan dan usia harapan hidup.

Dalam pengentasan daerah tertinggal pemerintah pusat melakukan berbagai skema program dalam membantu mempercepat pengentasan tersebut. Misalnya, pada peningkatan sumber daya manusia, pemerintah pusat membuat program beasiswa pendidikan afirmasi.

Beasiswa pendidikan afirmasi tersebut ditujukan pada daerah tertinggal, terluar, terdepan (daerah 3T). Ada beberapa jenis beasiswa afirmasi untuk daerah 3T yakni, beasiswa afirmasi LPDP dan beasiswa Adik 3T.

Beasiswa afirmasi LPDP merupakan program beasiswa magister dan doktoral yang diperuntukkan bagi kelompok masyarakat yang berasal dari daerah afirmasi. Program beasiswa ini diperuntukkan bagi individu yang berasal dari daerah tertinggal yang menamatkan pendidikan SD sampai SMA di daerah tertinggal seperti Jeneponto. Selain itu, diperuntukkan pula bagi PNS yang bekerja/mengabdi di daerah tertinggal.

Selain itu, ada juga beasiswa Afirmasi pendidikan tinggi (Adik 3T) merupakan program beasiswa yang ditujukan kepada lulusan SMA atau sederajat yang memiliki potensi akademik baik namun memiliki keterbatasan akses pendidikan tinggi.

Program ADik merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu perguruan tinggi mencari dan menjaring calon mahasiswa dari daerah Papua dan Papua Barat serta daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Bantuan afirmasi dari pemerintah pusat ini sebagai komitmen memeratakan layanan pendidikan berkualitas di daerah terluar, terdepan, dan tertinggal.

Melalui program beasiswa afirmasi tersebut banyak putra-putri Jeneponto mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan. Saya merupakan salah satu diantaranya yang mendpatkan beasiswa afirmasi LPDP tahun 2017. Saya berkesempatan melanjutkan pendidikan magister (S2) di ilmu magister kedokteran tropis universitas Airlangga Surabaya. dan saat ini pun sementara melanjutkan pendidikan S3 Ilmu kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar.

Banyak putra-putri daerah Jeneponto yang melanjutkan pendidikan baik dalam maupun luar negeri. Ada yang lanjut di Jerman, Australia, Belanda, Jepang, Tiongkok, Inggris dan beberapa negara lainnya. Bahkan sudah banyak diantara kami telah menyelesaikan pendidikan melalui beasiswa tersebut. Pemerintah perlu menginventarisasi para penerima beasiswa afirmasi tersebut. Hingga dapat pula diberdayakan dan mengoptimalkan sumberdaya penerima beasiswa tersebut dalam membangun Jeneponto

Keluarnya Jeneponto sebagai daerah tertinggal tentu berimplikasi pada program beasiswa afirmasi baik skema LPDP maupun Adik 3T. Sebab, mulai tahun 2020 Jeneponto tidak akan masuk lagi sebagai daerah asal yang mendapatkan kuota beasiswa afirmasi.

Namun, jangan berkecil hati bagi para generasi penerus yang ingin melanjutkan pendidikan baik jenjang sarjana, magister maupun doktoral, sebab masih banyak skema program beasiswa lainnya yang dapat diikuti. Tinggal bagiamana menyiapkan diri untuk memenuhi segala persyaratan seperti Toefl, TPA, dan beberapa syarat lainnya.

Selain itu, pemerintah daerah perlu merumuskan kebijakan dalam akses pendidikan khususnya akses pendidikan tinggi dengan menyediakan beasiswa. Pemerintah dapat mendorong perusahaan-perusahaan yang di Butta Turatea tersebut seperti PLTB, PLTU, Alfamart, Indomaret, Alfamidi dan perusahaan lainnya untuk mengalokasikan anggaran CSR dalam aspek pendidikan.

Saya dan rekan-rekan penerima beasiswa afirmasi patut berterima kasih atas status daerah tertinggal waktu kemarin. Sebab, atas status tersebut saya dan beberapa putra_putri Jeneponto mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan melalui beasiswa LPDP Afirmasi dan beasiswa Adik 3T