News  

Miris…Galian Kabel Rusak Bahu Jalan, Pemerintah Tutup Mata

Trotoar sejatinya berfungsi sebagai tempat bagi para pejalan kaki, lebih dari itu diberbagai kota-kota besar diindonesia bahkan di belahan dunia, fungsi trotoar sendiri dibangun dengan gaya dan tampilan yang cantik, sehingga fungsinya sendiri lebih dari sekedar untuk berjalan kaki saja, trotoar yang indah dan nyaman dapat difungsikan sebagai tempat nongkrong, istirahat, dan berkumpul karena di anggap nyaman dan indah.

Biasanya sebuah trotoar dibangun dari anggaran dana pemerintah seperti Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tergantung posisi trotoar tersebut, masuk ke objek kewenangan daerah atau negara. Anggaran yang alokasikan untuk pembangunan sebuah trotoar itu pun bervariatif, dari mulai ratusan juta hingga milyaran rupiah tergantung penganggaran pemerintah.


Biaya yang dikeluarkan oleh pemerintah tesebut sudah jelas selain untuk memperbaiki kondisi trotoar, juga bisa memperindah tampilan sebuah kota, dan memberikan ruang yang nyaman bagi para pejalan kaki yang menggunakan trotoar tersebut.

Miris, belakangan ini trotoar yang dibangun dari anggaran yang nilainya ratusan juta hingga milyaran tersebut, banyak dirusak oleh perusahaan penggali kabel bawah tanah yang seringkali setelah menggali trotoar untuk melakukan pemasangan kabel, namun tidak dirapikan kembali, dan dibiarkan begitu saja sehingga trotoar banyak yang rusak dan lubang-lubang bekas pemasangan kabel terlihat tampak berantakan dan tidak dirapikan kembali seperti semula.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Hal tersebut sangat disayangkan oleh para pejalan kaki maupun para pengguna jalan, karena dengan rusaknya trotoar tersebut, keindahan dari trotoar sebuah kota jadi terganggu.

Pemerintah selaku penyelenggara kebijakan yang memiliki peraturan, berperan untuk mengkaji peraturan tata kota dan lingkungan, semestinya bisa menyiasati hal tersebut karena dengan banyaknya perusahaan penggali kabel yang memanfaatkan trotoar sebagai tempat/jalur untuk dipasangi kabel bawah tanah, supaya menyiapkan regulasi agar antara kebutuhan pemasangan kabel dan keindahan tata kota tidak saling berbenturan, karena akan merugikan satu sama lain, yang berdampak pada para pejalan kaki yang menggunakan trotoar dan pengguna jalan raya.

Dengan semakin banyaknya perusahaan penggali kabel bawah tanah, pemerintah harus turun tangan, karena dampak kerusakan bahu jalan di berbagai daerah sudah sangat parah, dan yang terpenting adalah dana rakyat yang peruntukannya untuk membangun trotoar dan memperindah kota, tidak begitu saja dirusak oleh perusahaan penggali kabel manapun.

Dede sugiarto.