Lapas Klas II A Pamekasan Ikuti Upacara HBP ke-75 Secara Virtual

  • Bagikan
Lapas Klas II A Pamekasan Ikuti Upacara HBP ke-75 Secara Virtual

Liputan4.com, Pamekasan // Lembaga Pemasyarakan Klas II A Pamekasan mengikuti kegiatan upacara virtual dalam rangka memperingati Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-75 tahun 2021di Aula Lapas Kelas IIA Pamekasan. selasa 27/4/2021

Kegiatan yang dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tersebut di dihadiri oleh Kalapas Klas II A Pamekasan M Hanafi serta Pejabat Struktural dan kegiatan ini berlangsung secara hikmat.

Dalam hal ini M Hanafi Klapas Klas II A Pamekasan yang ditemui usai acara menyampaikan bahwa hari ini tanggal 27 April 2021 memiliki makna yang sangat penting bagi Lapas pamekasan, karena hari ini merupakan Hari Bakti pemasyarakatan (HBP) yang ke 75th. Dimana Lembaga Pemasyarakatan lahir sebagai sistem perlakuan terhadap para narapidana.

“Sebuah titian menapaki usia yang ke-75 menjadikan Lembaga Pemasyarakatan semakin kuat, tegar, bersih demi mengangkat harkat dan martabat Lembaga
Pemasyarakatan,”papar Hanafi

Menurutnya, sangat tepat sekali bila Momen HBP di tahun ini, Lembaga Pemasyarakatan mengangkat tema bertajuk “Tak bisa dipungkiri, tahun 2021 merupakan tahun yang berat bagi Lembaga Pemasyarakatan”,

Kenapa tidak, ujar hanafi karena kondisi Pandemi ketersediaan biaya pengobatan para narapidana jadi berkurang, minimnya biaya makan, anggaran pembinaan yang terpangkas, hingga lebih dari 50 persen di tahun 2021 ini, jumlah narapidana semakin hari semakin over jumlah penghuni Lapas pamekasan yang kurangnya jumlah SDM juga menambah daftar persoalan di luar kewenangan Pemasyarakatan.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan Lapas Pamekasan untuk terus berinovasi dengan melakukan pijakan-pijakan pembinaan terhadap narapidana, hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Lapas Pamekasan di tahun ini dengan menelorkan Cetak Biru, Pembinaan kerjasama dengan MENPUR Kegiatan Kerja Narapidana.

“Lapas klas II A Pamekasan tidak hanya sebagai tempat membina narapidana secara konvensional, tetapi juga sarana untuk mendorong dihasilkannya produk-produk berkualitas. Bahkan, dapat memberikan pemasukan bagi kas negara, termasuk memberikan penghasilan bagi narapidana yang produktif,”ungkap Pengasuh Attaubah begitu sebutan kesehariannya.

“Perubahan mindset dan culture, petugas Lapas Pamekasan harus menjadi sasaran pertama dan utama untuk mensukseskan pembinaan narapidana,”terangnya

Hanafi memungkasi, untuk mengajari seseorang bagaimana dia dapat belajar untuk tumbuh secara mandiri, dan untuk dirinya sendiri, barangkali merupakan pelayanan terbesar yang dapat dilakukan petugas Lapas kepada Narapidana.

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan
LIPUTAN4.COM Kami ingin menunjukkan kepada Anda pemberitahuan untuk berita dan pembaruan terbaru.
Dismiss
Allow Notifications