Kuasa Hukum Nivi Angkat Bicara, Rospita Napa Telah Cuti di Luar Tanggungan Negara.

LIPUTAN4.COM,TANA TORAJA – Larangan Aparatur Sipil Negara (ASN) berkampanye atau ikut kampanye dalam pilkada serentak tahun 2020 makin menjadi sorotan dan pantauan dari berbagai kalangan, baik sesama tim pemenangan paslon hingga para insan pers,Minggu (18/10/2020).

Terkait hal tersebut, salah satu ASN Tana Toraja, Rospita Napa yang beredar diberitakan melalui media online bahwa ibu Rospita Napa  berkampanye memberikan dukungan kepada paslon tertentu dengan gestur berfoto mengangkat jari simbol angka nomor urut paslon, kuasa hukum Tim Perjuangan Rakyat dari paslon NIVI  memberikan klarifikasi.

Rospita Napa diketahui adalah istri dari Nicodemus Biringkane yang maju sebagai calon Bupati Tana Toraja pada pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2020.

Menyikapi akan pemberitaan itu, kuasa hukum Tim Perjuangan Rakyat yang terdiri dari Pither Ponda Barani, Julius Cherly Lobo, Kurniawan Rante Bombang, langsung memberikan klarifikasi melalui konferensi pers pada hari Sabtu (17/10/2020) kemarin di Posko Induk Pemenangan NIVI Jilid 2.

Pither Ponda Barani mengatakan jika Rospita Napa itu telah cuti di luar tanggungan negara terhitung sejak 26 September hingga 5 Desember 2020. Dan telah di ingatkan untuk tidak melanggar aturan yang ada selama mengikuti kampanye.

“Keberadaan Rospita Napa ditengah pengukuhan.tim pemenangan NIVI jilid 2 itu tetap kami ingatkan selaku kuasa hukum tim pemenangan bahwa tolong selalu menjaga netralitas ASN olehnya tersebut telah disanggupi selama berada di tengah sosialisasi. Dan sudah di turuti berdasarkan SE Menpan RB nomor B/36.M.SM.00.00/2018”, ungkap Pither Ponda.

Kemudian keberadaannya seperti yang telah diberitakan di salah satu media tersebut bukanlah pada saat kegiatan kampanye tapi di kegiatan kedukaan.

“Rospita Napa yang sebagai istri calon Bupati itu yang diberitakan telah melanggar netralitas ASN, kami mengatakan bahwa yang bersangkutan berfoto bukan pada saat pelaksanaan kampanye, sekali lagi bukan pada saat kampanye, tapi di kegiatan kedukaan. Dan posisi berfoto juga bukan berupa ajakan di hadapan banyak orang serta tidak menggunakan atribut namun berfoto sebagai koleksi pribadi”, tukas Pither Ponda.

Kan, yang diatur itu adalah keterlibatan ASN dalam kampanye dan kata atau pengertian kampanye itu saya kira sudah kita pahami bersama bahwa di hadapan banyak orang bersama paslon dengan disertai adanya atribut paslon atau partai di lokasi hingga penyebaran Alat Peraga Kampanye dan Bahan Kampanye, tambah Pither Ponda.(Rahmat Hidayat)

Leave a Reply