Kondisi Sekolah Memprihatinkan,Dana Bos SDN 39 Kempawa Dipertanyakan?

Dairi-Liputan 4.Com:Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) 035939 yang berada di Desa Kempawa,Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi,mengalami kerusakan berat beberapa bagian,diantara dibagian lantai,Lis Plank sekolah,toilet yang tidak berfungsi dengan baik.

Dana bantuan operasional sekolah atau BOS merupakan program pemerintah untuk membantu sekolah agar dapat memberikan pembelajaran yang optimal baik untuk pemelirahan sekolah,dana Bos diberikan ke semua jenjang sekolah dasar(SD).


Samsul Bakhri Ritongan S,PD
Kepsek UPT SD Negeri No 035939 Kempawa sangat disayangkan oknum tidak memberikan perhatian kesekolah tersebut,pasalnya sudah 4 Tahun menjabat sebagai kepsek sementara kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan.

Sementara menurut para guru yang mengajar Rabu(18/01/2023) di SDN 39 dan warga yang dekat dengan lingkungan sekolah, mengatakan,”Kepsek jarang datang, kalaupun datang hanya sebentar dan pergi lagi entah kemana,datang tidak pernah lama, jarang datang pokoknya”ujar sumber pada kru Media Liputan 4.com.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Berdasarkan informasi dari para guru SDN 39 Kempawa yang enggan disebut identitasnya,saat ditemui oleh Kru Media Ini di Desa Kempawa ia mengatakan pihak sekolah dalam hal ini, sepertinya membiarkan kerusakan semakin melebar tanpa ada tindakan yang di lakukan,sumber  tersebut menyebutkan jumlah Siswa 132,honorer 2 orang ditambah 6 orang guru PNS.

Lanjut sumber Jujur saja saya pak !! Kami tak perna tau dengan Dana Bos di sekolah ini karena selama ini hanya Kepala Sekolah yang tau Jumlah dan Penggunaannya,Kami takut seperti Lis Plank sekolah yang sudah hancur apa bila roboh bisa melukai siswa/siswi dan guru di sekolah tersebut,ucap Sumber yang namanya tak ingin di Publis.

Orang tua murid berharap kepada Bupati Dairi baik kepala dinas pendidikan,kab,Dairi agar mengevaluasi kinerja Samsul Bakhri Ritongan S,PD agar lebih memperhatikan sekolah tersebut,agar lebih tertata rapih bersih dan betul-betul mencerminkan tempat layak anak-anak untuk mengenyam pendidikan dasar yang diatur oleh pemerintah.

(Erikson Sirait)