Komunitas Palembang Free Fly Kumpul di Opening Animal & Arowana Factory

Komunitas Palembang Free Fly Kumpul Di Opening Animal &Amp; Arowana Factory

Liputan4.com, Palembang – Komunitas Palembang Free fly sedang berbahagia dikarenakan telah hadir Animal & Arowana Factory yang beralamat di jalan MP. Mangku Negara Kelurahan 8 Ilir Palembang, minggu (5/12/21).

Animal & Arowana Factory adalah sebuah toko menjual hewan peliharaan seperti kura kura, ular, burung Makau (burung khas dari Brazil) dan ikan hias (arwana) serta menjual pakan dan aksesoris perlengkapannya. Peresmian grand opening langsung dilakukan oleh gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru.


Komunitas Palembang Free Fly Kumpul Di Opening Animal &Amp; Arowana Factory

Animal & Arowana Factory juga tempat berkumpulnya komunitas Palembang Free Fly berkumpul , Komunitas Palembang Free Fly terbentuk pada tahun 2017 dengan anggota berjumlah 30 orang. Ketua Palembang Free Fly Ahmad Fikri Sahab diminta statementnya atas peresmian mengatakan, Alhamdulillah disini menyediakan perlengkapan kebutuhan baik itu reptil, Parrot dan ikan arwana super red. Kita juga berharap dengan hadirnya tempat ini komunitas reptil, parrot dan arwana menjadi gabung kita menciptakan visi misi yang sama mengembang biakan untuk kedepan biar makin maju”, terangnya.

Komunitas Palembang Free Fly adalah kumpulan orang yang memelihara burung Makau dimana setiap kegiatan melepas burung Makau kemudian burung tersebut akan kembali sendiri ke pemiliknya.

 

 

 

Komunitas Palembang Free Fly Kumpul Di Opening Animal &Amp; Arowana Factory

Demi keamanan, burung ini dilengkapi dengan GPS berikut baterai yang bisa bertahan selama dua hari sehingga jika lupa jalan pulang saat diterbangkan bisa dilacak keberadaannya.

Jenis burung makau yang dipelihara oleh 30 anggota komunitas ini rata-rata adalah jenis blue gold, baby catalina dan Harlequin makau. Harga satu ekor burung mulai dari 40 juta rupiah.

Salah satu anggota Palembang free fly yaitu Yustin Kurniawan, S.E., M.M., diminta tanggapannya mengatakan, kita bersyukur atas dibukanya toko animal dan Arowana Factory kita sesama anggota bisa lebih intens untuk berkumpul, dan atas dibukanya toko ini juga kita mengedukasi kepada masyarakat bahwa burung makau punya keterikatan dengan sang pemiliknya sehingga dia kembali.

Namun kadangkala cuaca buruk, dikejar elang sehingga burung ini akan tersesat himbauan kepada masyarakat apabila menemukan jangan ditembak atau ditangkap cukup diberitahukan kepada pemiliknya”, ujar Yustin.

Print Friendly, Pdf & Email