Kembali Hijaukan Tanah Laut, Borneo Muda Turut Galakkan Gerakan KBR

Liputan4.com-TANAM perdana di Kebun Bibit Rakyat (KBR) di wilayah kerja Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito tahun 2020 di Desa Sumber Mulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Minggu (18/10/2020).

 

KEGIATAN ini dihadiri Kepala BPDASHL Barito, Zainal Arifin dan dibuka Bupati Tanah Laut diwakili Sekda Dahnial Kifli di Pelaihari. Selain itu, kegiatan serupa juga di Desa Tajau Pecah, Kecamatan Batu Ampar.

Ada beberapa bibit pohon yang ditanam seperti sengon, nangka, sirsak dan lainnya. Hal in sejalan dengan program Desaku Hijau untuk ditanam.

Ketua Borneo Muda Kalimantan Selatan, M Khaidir didampingi Sekjen Borneo Muda, Ahmad Zaki bersama elemen masyarakat ikut dalam kegiatan yang digelar BPDASHL Barito dan Pemkab Tanah Laut tersebut.

“Kami berharap lewat program Desaku Hijau, ada beberapa bibit pohon yang ditanam di lahan warga ini terutama di Desa Sumber Mulia ini bisa bermanfaat dari sisi lingkungan dan ekonomi,” ucap Ketua Borneo Muda Tanah Laut, M Khaidir kepada. (Liputan4.com).

Ia mengungkapkan kegiatan tanam perdana ini merupakan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) bersama institusi di bawahnya serta pemerintah daerah.

“Bibit-bibit pohon itu juga dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam. Kami juga melibatkan komunitas My Darling Tanah Laut,” kata Khaidir yang juga Ketua My Darling Tanah Laut ini.

Menurut dia, di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi yang terjadi Kalimantan Selatan, Borneo Muda berharap dengan gerakan penanaman pohon untuk menghijaukan kembali bumi bisa dimulai dari Pelaihari, Tanah Laut. “Nantinya, akan menjalar ke seluruh Kalimantan Selatan,” kata Khaidir.

Di tengah hiruk pikuk pesta demokrasi yang terjadi, Borneo Muda Kalsel membuat sebuah gerakan penanaman pohon utk menghijaukan kembali bumi, dan dimulai dari daerah Pelaihari, Tanah Laut dan akan disegerakan di seluruh Kalimantan Selatan.

Untuk diketahui, kegiatan KBR merupakan program dari Kementerian LHK melalui Ditjen PDASHL, khususnya di wilayah kerja BPDASHL Barito tahun 2020 ditargetkan untuk pembuatan bibit dan penanaman KBR sebanyak 15 unit.

KBR adalah kegiatan pembuatan bibit tanaman hutan penghasil kayu dan hasil hutan bukan kayu (HHBK), yang dikelola oleh lembaga desa/ kelompok adat /kelompok masyarakat /kelompok tani hutan perhutanan sosial, beranggotakan baik laki-laki dan/atau perempuan yang pembiayaannya bersumber dari dana pemerintah dan dipergunakan untuk penanaman sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat pada kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Secara umum di Kalsel, terdapat 10 KBR mencakup Desa Batu Hapu (Hatungan), Desa Suato Lama dan Desa Salam Babaris di Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin.

Sedangkan, di Kabupaten Tanah Laut terdapat empat KBR yakni Desa Asam-Asam dan Desa Asri Mulya, Kecamatan Jorong, dan Desa Sumber Mulia (Pelaihari) dan Desa Salaman, Kecamatan Kintap.

Sisanya, ada tiga di Kabupaten Banjar, terdapat di Desa Cindai Alus (Martapura), Desa Simpang Empat (Pengaron) dan Desa Smpang Empat, Kecamatan Simpang Empat. (Liputan4.com).

Leave a Reply