Gerkindo Salurkan Sembako untuk Pendeta Gereja di Depok

Reporter: REDAKSI Topik: Jawa Tengah, Pilkades
  • Bagikan
Gerkindo Salurkan Sembako Untuk Pendeta Gereja Di Depok

DEPOK, Liputan4.com | Gerakan Kasih Indonesia (Gerkindo) membagikan 50 paket sembako kepada pendeta di sekitar Depok, Jawa Barat. Pemberian dilakukan di rumah ibadah GKRHI Depok dengan tujuan agar tempat ibadah itu sebagai sentra penanggulangan Covid-19.

Ketua Umum DPP Gerkindo Yerry Tawalujan mengatakan, secara konsisten membantu program pemerintah untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Salah satu inisiasi pemerintah adalah menjadikan tempat ibadah sebagai sentra penanggulangan Covid-19.


Kami mendukung inisiasi pemerintah untuk menjadikan rumah ibadah sebagai sentra penaggulangan Covid-19. Kami dari gerakan kasih Indonesia ingin menjadi rumah ibadah orang kristen sebagai pusat membantu mereka secara ekonomi,” kata Yerry saat membagikan sembako, Selasa (31/8/2021).

Pandemi Covid-19 telah mengurangi bahkan membuat menghilangkan mata pencaharian masyarakat. Dengan kondisi tersebut sayap Partai Persatuan Indonesia (Perindo) itu secara khusus memberikan ketua jemaat yang gerejanya bersifat mandiri.

Kami secara khusus membantu ketua dari jemaat yang gerejanya bersifat mandiri. Mereka tidak mendapat tunjangan dari induk organisasi gerejanya melainkan pemasukan mereka tergantung dari jemaat yang datang ibadah di rumah ibadah. Dengan adanya pandemi Covid-19 akibatnya income berkurang. Inilah kami bantu untuk pendeta,” jelasnya.

Yerry menyebut setiap paket sembako yang diberikan kepada para pendeta berisi 10 kg beras, satu liter minyak goreng dan 1 kg gula. Total sebanyak 120 ton beras telah dibagikan Gerkindo sejak Maret 2020 tahun lalu.

“Harapan kami, kita semua bisa mengikuti program pemerintah taat protokol kesehatan dan pandemi berlalu kehidupan pulih,” jelasnya.

Atas bantuan tersebut, Gembala Gereja GKRHI, Pendeta Hendra MH Manalu mengucapkan banyak terimakasih kepada Gerkindo yang memberikan kepedulian nyata kepada umat Kristen di Depok.

Dia menyebut, pandemi Covid-19 tidak dapat dihadapi sendiri harus bahu membahu dan tidak membebankan pada satu orang. Kunci keberhasilan dari pandemi ini ialah kebersamaan.

“Gereja harus jadi partner sama seperti kita jemaah lain juga. Para rohaniawan adalah partner pemerintah untuk menggerakkan akar rumput jemaat yang ada bagaimana Indonesia bisa survive, bisa lepas dari pandemi Covid-19,” katanya.

(Frd)

Print Friendly, Pdf & Email
  • Bagikan