Diduga Ada Kecurangan, Perhitungan Pilkades Desa Lentu Dihentikan

JENEPONTO–Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Lentu , Kecamatan Bontoramba , Kabupaten Jeneponto, Senin (04/11/2019), berlangsung di halaman SD cini’ayo masih menyisakan persoalan. Sampai saat ini perhitungan suara belum selesai.

Pasalnya dalam pesta demokrasi tersebut diduga terjadi kecurangan yang dilakukan oleh Panitia.


Sehingga Tiga calon kepala desa sepakat tidak dilanjutkan perhitungan suara.

Sirajuddin salah satu Calon Desa dengan Nomor Urut 3 mengatakan ” Kami Sudah sepakat dengan tiga Calon Kades lain yakin H Baso Sulaiman nomor urut 2 dan  Syamsir nomor urut 4. Bahwa Demi Jalannya Demokrasi yang Jujur, adil tanpa ada kecurangan maka Pemilihan dan Perhitungan harus dihentikan dan pemilihan harus diulang sebeb kuat dugaan kecurangan yang dilakukan oleh panitia Pilkades. Seperti adanya beberapa orang yang mendapatkan lebih dari satu kertas suara yang diberikan oleh panitia, juga adanya yang disebut satu nama dua orang yang masuk”

KULIAH GRATIS BEASISWA

“dua orang pemilih yang di dapatkan mendapat dua Kertas Suara ,yang diberikan oleh panitia lengkap tanda tangan dan cap stempel. bagaimana bagi yang sudah lolos yang kuat dugaan Permainan Panitia dengan aparat Desa, karena Panitia rata rata aparat Desa dan Keluarga dekat dengan aparat desa, dan jika melihat Kondisi Jalannya proses Pemilihan rata rata aparat Desa yang aktif secara teknis didalam area Pemilihan yang seakan akan sikapnya disinyalir berpihak ke salah satu calon Desa seperti Sekretaris Desa Lentu Syamsuddin dan beberapa aparat desa lainnya. Padahal seharus nya mereka netral tidak memihak ke salah satu calon. Ujar Sirajuddin

Sedangkan Ketua Panitia Pilkades Lentu, Sudarsono mengatakan “Pihat Panitia belum tentu salah karna ini kejadian belum ditau apakah pihak panitia sengaja apa tidak, dan seharusnya bagi si Pemilih kalau mau jujur di laporkan memang saat kejadian, jangan disaat situasi panas baru dilapor kepanitia, dan Kami sudah hubungi pihak dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Untuk melanjutkan Perhitungan Suara”