Desak Kapolri Tuntaskan Kekerasan Terhadap Wanita Asal Buton di Sorong

JAKARTA, Sekretaris Solidaritas Masyarakat Buton Tengah Jakarta (SABANGKA JAKARTA) MAULANA, S.H., M.H mengutuk keras Perbuatan tak manusiawi yang terjadi di Kota Sorong Papua Barat yang menimpa seorang wanita asal Buton Sulawesi Tenggara. Wanita tersebut adalah Orang Dalam Gangguang Jiwa (ODGJ) dan dituduh sebagai oknum penculik anak sehingga dibakar hidup-hidup.

Dalam media online Pos-Kupang.Com Ketua KKST Sorong Raya La Tumpu, Memastikan Bahwa Wa Gesuti bukan bagian sindikat penculikan anak seperti yang dituduhkan warga. La Tumpu mengatakan Wage Suti adalah warganya yang mengalami gangguan jiwa alias ODGJ. Karena kondisinya itu, kata La Tumpu, Wage Suti kerap jalan sembarangan.


“Kami turut beduka cita atas meninggalnya Almarhum Wa Gesuti, wanita asal Buton yang dituduh Penculik anak, kemudian dihakimi masa sampai babak belur, ditelanjangi hingga berakhir pada pembakaran. Ini sangat tidak manusiawi dan kami mengutuk keras kejadian ini,” kata MAULANA ADVOKAT DI JAKARTA.

KULIAH GRATIS BEASISWA

MAULANA meminta Pihak Kepolisian untuk Menangkap Semua Pelaku Pengeroyokan, pelucutan dan pembakaran kemudian ditindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku. Ia juga menyayangkan informasi yang beredar di media sosial yang belum pasti kebenarannya. “Harusnya masyarakat cerdas dalam bermedia sosial atau memfilter semua informasi yang beredar agar tidak termakan oleh isu-isu yang tidak jelas sehingga melakukan sesuatu yang merugikan orang lain,” tegasnya.

MAULANA mendesak kepada KAPOLRI Listiyo Sigit Prabowo untuk memerintahkan Kapolda Papua Barat untuk segera menuntaskan kasus yang yang tidak berprikemanusiaan ini. “Kami beri waktu selama 4×24 jam untuk segera menangkap seluruh pelaku jika melewati dari pada waktu yang telah di tentukan maka kami dari SABANGKA JAKARTA memastikan akan menduduki MABES POLRI sampai kasus ini di selesaikan, maka kami berharap kepada Mabes agar segera menangkap Provokator dan Semua Pelaku Pemukulan, Pelucutan dan Pembakaran Terhadap Almarhumah,” tegas Maulana, S.H., M.H