News  

Curahan Hati Sopir Pete-Pete Jeneponto, Kadang Pulang Kosong,

JENEPONTO – Sejumlah sopir angkutan umum atau pete-pete di Jeneponto mengungkapkan curahan hatinya.

Mereka terutama yang beroperasi di jalur Bontosunggu Kota-Kelara-Rumbia. Penumpang di jurusan tersebut sepi beberapa waktu belakangan ini.


Kamaruddin, salah seorang sopir, mengaku mulai merasakan kerasnya hidup. Hal tersebut juga diperparah adanya becak motor alias bentor yang beroperasi di jalur tersebut.

Selama kurang lebih 20 tahun lebih menjadi sopir angkutan, baru merasakan sepinya penumpang dan hampir setiap hari seperti itu. Sementara anak dan istri menunggu di rumah.

“Bedanya dulu pak, penumpang tidak sepi saat Pasar Sentral belum pindah. Tapi sekarang jangan mi dibilang. Sepi sekali penumpang. Ini sejak pasar pindah ke Karisa,” kata Kamaruddin yang diamini, Tamsir, sopir lainnya.

Kata dia, semua mobil angkutan umum yang berada di dalam lapangan Parang Passamaturukang itu antre sejak pukul 08.00 wita hingga sekarang belum berangkat dan sudah pukul 11.18 wita.

KULIAH GRATIS BEASISWA

Menurutnya, mungkin juga karena faktor lain, yang dipengaruhi banyaknya masyarakat yang sudah memiliki kendaraan pribadi seperti motor dan mobil.

Untuk bertahan hidup, kata dia, ia juga menggarap sebuah kebun dan sawah. Pekerjaan sebagai sopir angkutan saat ini sudah tidak bisa lagi diharap.

“Kami berharap pemerintah agar dapat menyediakan lapangan kerja yang layak. Seperti kami ini tidak bisa lagi diharap kalau jadi sopir angkutan umum. Kadang kosong pulang ke rumah,” tutur warga Aganje’ne itu.

Mereka menambahkan profesi sebagai sopir kini sudah dijadikan sebagai pekerjaan sampingan sambil mencari pekerjaan lain.

“Pernahka dulu melamar di Mandala untuk ingin jadi karyawannya, tetapi tidak luluski masuk. Ia terpaksa kembali lagi jadi sopir dan bertani. Mungkin kita punya nasib seperti itu memang. Mau diapa,” katanya.

Berita ini telah di terbitkan oleh NEWS.RAKYATKU.COM