Cara Ampuh Memberantas Covid-19, Pemdes Pagarbatu Ajak Masyarakat Rajin Wudlu’

Liputan4.com, Sumenep-Desa Pagarbatu, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur menerapkan lokal lockdown dan menciptakan cara lain untuk memberantas Covid-19 selain mematuhi protokol kesehatan.

Desa Pagarbatu juga termasuk wilayah yang mendapatkan penerapan peraturan dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Karena dalam hal tersebut, semua desa yang termasuk ke Kecamatan Saronggi agar menerapkan lokal lockdown.

Pemerintah Desa Pagarbatu tidak berkecil hati hingga sampai saat ini dan terus melakukan upaya-upaya memberantas penyakit yang mendunia ini. Bahkan menariknya Pemerintah Desa Pagarbatu membuat terobosan baru, yakni dengan cara-cara terbaru untuk memberantas Covid-19.

“Selain menerapkan protokes Covid-19. Kami ajak warga untuk terus rajin berdoa dan jangan batal wudhu’ sepanjang waktu(kecuali tidur, Red).
Karena berwudhu’ dan mengamalkan hakikatnya juga telah menutup wajah dari berbagai pnyakit mata, hidung ,mulut dan telinga( maksiat),” kata Imam Daud selaku Kepala Desa Pagarbatu saat diwawancarai, Minggu (20/9/2020).

Pihaknya menjelaskan, kasus virus Corona ini menjadi masalah bagi semua masyarakat diberbagai kalangan. Hingga saat pemerintah Desa Pagarbatu mengikuti kesepakatan Rakor yang diadakan oleh Forkopimda Sumenep dan Forkopimcam Saronggi.

“Komitmen para kades se Kecamatan Saronggi dalam Rakor tadi pagi di Pendopo Kecamatan. Siap melaksanakan pemberlakuan lockdown selama 14 hari. Hal itu sebagai rasa tanggung jawab keamanan kesehatan dan wujud implimentasi amanat Rakor,” ujarnya.

Tambah Imam, ia menyampaikan agar masyarakat harus bisa kerjasama dengan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Salah satu cara untuk antisipasi dan memberantas Covid-19 adalah sadar diri untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Harapan saya, demi keamanan kita semua warga Pagarbatu khususnya, aman dari pandemi covid-19. Hal itu yg dapat melumpuhkan segala bentuk kegiatan serta traumatic sebagai implikasi terbesar bagi bangsa. Karena jika pandemi ini belum berakhir, saya khawatir pergeseran paham akan terjadi. Contoh : tak akan ada lagi salam salaman, kegiatan islami sebagai bagian silaturrahim jasmaniyah, lalai beribadah dan malas bekerja,” tandasnya.

Leave a Reply