PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Calon Paskibraka Asal Mamasa Gagal ke Istana Negara Akibat Positif Covid-19

Pewarta: REDAKSI Topik: Peristiwa, Sulawesi Barat
  • Bagikan
Calon Paskibraka Asal Mamasa Gagal ke Istana Negara Akibat Positif Covid-19

Liputan4.Com – Cristina (16), siswi SMA Negeri 1 asal Desa Salutabang, Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat harus mengubur mimpinya menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara, Jakarta, akibat terinfeksi virus Corona.

Dia dinyatakan positif Covid-19 pada Jumat (23//2021) berdasarkan hasil swab Polymerase Chain Reaction (PCR) sehingga harapannya sirna untuk membanggakan kampung halamannya di kancah nasional.

Cristina mengatakan tidak pernah merasakan gejala, sehingga dia tidak tahu dirinya bisa dinyatakan positif Covid-19.

“Saya baik-baik saja selama di Mamuju mengikuti latihan. Mendengar informasi saya positif Covid-19, saya sangat kaget,” ungkap Cristina sedih, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (25/7/2021).

Seharusnya, Cristina bertolak ke Jakarta pada Minggu kemarin untuk melakukan pemusatan latihan sebelum bertugas dalam upacara 17 Agustus nanti.

Kepada wartawan, Cristina mengaku sangat kecewa dan sedih karena kehilangan kesempatan tampil di Istana Negara jadi pengibar Bendera Pusaka.

“Jujur saya sangat sedih, selain sedih saya kecewa karena kehilangan kesempatan ini. Tapi dibalik semua ini ada rencana Tuhan yang paling tebaik,” terangnya.

“Yang membuat saya kecewa, karena sejak dinyatakan positif Covid-19, saya dilepas saja, tidak diperhatikan tim medis,” sambung Cristina.

Kini Cristina menjalani isolasi mandiri dalam kamar kosnya, di Patto’longan, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa.

Langkah Cristina menjadi Paskibraka akhirnya digantikan oleh rekannya, Anggi F. Tamutan, yang juga berasal dari SMA Negeri 1 Mamasa,

Namun menurut Christina, rekan yang menggantikan dirinya itu tidak termasuk dalam tim cadangan sebagai anggota Paskibraka

“Yang saya tahu dari Pasangkayu yang jadi cadangan. Tapi malah Anggi yang masuk, tapi dia memang ikut seleksi,” jelasnya.

Selain Cristina, Arya Maulana Mulya, siwa SMA Negeri 2 Majene, juga bernasib sama. Ia gagal ke Jakarta akibat positif Covid-19.

Jupran Panandang

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan