"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

BPN Abdya Terus Targetkan Pengukuran Tanah Milik Warga Segera Tuntas

  • Bagikan
BPN Abdya Terus Targetkan Pengukuran Tanah Milik Warga Segera Tuntas

 

LIPUTAN4.COM,ABDYA – Kantor Badan Pertanahan Negara (BPN)  Aceh Barat Daya (Abdya) terus  menargetkan ditahun 2021 akan menyelesaikan pengukuran sebanyak 3.740 bidang tanah masyarakat.

 

Sebelumnya dari tahun 2017 hingga sampai tahun 2020, BPN Abdya melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sudah menyelesaikan sertifikasi tanah masyarakat Abdya sebanyak 7.368 bidang serta sudah melahirkan peta lengkap di empat gampong.

“Gampong yang sudah memiliki peta lengkap masing-masing di antaranya, Gampong Cot Mane, Ladang Neubok, Alue Rambot dan Alue Seulaseh di Kecamatan Jeumpa. Sedangkan empat gampong lainnya yakni Gampong Drien Kipah, Drien Jaloe, Ujung Padang dan gampong Gudang,” ucapnya kepada media ini,Selasa 20/10/2020).

Lebih lanjut kata Munir , kesemua tanah tersebut sudah terukur dimulai dari jalan dan parit yang belum terbentuk polygon. Kemudian, pihaknya akan menyerahkan sertifikat tanah ke pemerintah gampong untuk menjadi acuan  dan memudahkan jika ada program dalam pembangunan kedepan.

“Ditahun depan, diluar dari tanah masyarakat, kita dari BPN Abdya juga akan menyelesaikan 502 bidang asset pemkab Abdya, dari target 580 asset. Namun dari target 580 bidang tanah, kita juga sudah menyelesaikan sebanyak 72 bidang tanah yang sudah tersetifikat, baik itu tanah  wakaf dan asset Barang Milik Negara (BMN)” jelasnya.

 

Kemudian, sambung Munir berkomitmen akan menyelesaikan semua program tersebut. Apalagi katanya, sudah keluar aturan dari Pemasukan Negara Bukan Pajak (PBBP) jika biayanya sudah di nol rupiahkan.

“Kedepan hanya dikenakan biaya transportasi petugas ukur dan tim peneliti tanah serta akomodasi saja, itu juga sesuai aturannya,” tutupnya .

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Kel. Hj.Rampeani Rachman Gelar Bukber Dan Malam Pisah Bersama Kepala UPBU Timika Syamsuddin Soleman

27
0
0

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

45
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

22
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0