PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Walikota Makassar Akan Umumkan 30 Pejabat Yang Di Pecat

Pewarta: Radaksi L4.com Topik: Pemerintahan, Peristiwa, Sulawesi Selatan
  • Bagikan
Walikota Makassar Akan Umumkan 30 Pejabat Yang Di Pecat

Walikota Makassar Akan Umumkan 30 Pejabat Yang Di Pecat. (30 Pejabat akan di pecat “Lurah Dan Camat”).

Liputan4.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini, Walikota Makassar Mohmmad ramdhan pomanto, akan berhentikan 30 pejabat yang dinilai tidak membantu pemerintah dalam penanganan covid-19 di kota makassar.

Walikota Makassar akan segerah umumkan pemberhentian 30 pejabat lurah dan camat (Pekan Depan). Pejabat lurah dan camat di kota makassar di behentikan walikota makassar (DP), dilakukan karena mereka dinilai tidak mendukung program pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Dari hal itu akan ada kekosongan jabatan kepala pemerintahan kelurahan dan kecamatan di lingkup walikota makassar, walikota makassar akan menunjuk pelaksanan tugas nantinya.

30 Pejabat (Lurah dan Camat) itu bahkan memprovokasi pada warga agar tidak percaya dengan program-program pemerintah kota makassar “Walikota Makassar”.

Selain itu ada beberapa lurah dan camat, mencemooh program Makassar Recover.
“Bahkan kadang-kadang melecehkan gerakan-gerakan Pemkot Makassar untuk melawan Covid-19 ini,” jelas walikota Kota Makassar.

Walikota Makassar telah mengantongi
bukti-bukti tentang adanya camat yang mengatakan ke warga bahwa program Makassar Recover tidak akan
berjalan selama camat tersebut menjabat.

Ada camat yang menyampaikan di warung kopi bahwa tidak akan jalan ini program Makassar Recover,”.

Usai memecat 30 lurah dan 3 camat itu, Danny baru akan berkoordinasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Menurut walikota makassar pemecatan itu tidak melanggar aturan apapun, lantaran
apa yang dilakukan oleh lurah dan camat itu bukan lagi hanya sekedar pelanggaran, itu sudah penolakan program pemerintah.

“Kita berhentikan dulu lalu melapor ke KASN, karena ini masalah pelanggaran. Ini bukan masalah kelalai dalam tugas, tapi menolak program dan menajdi oknum memprovokasi warga,” pungkas Danny.

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan