"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

PT. Ail Gunung Papandayan Tebang Pilih Terapkan Protokol Kesehatan.

  • Bagikan
PT. Ail Gunung Papandayan Tebang Pilih Terapkan Protokol Kesehatan.

LIPUTAN4.COM, GARUT – PT AIL selaku pengelola gunung Papandayan di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, tebang pilih dalam menerapkan protokol kesehatan di masa Pandemi covid-19.

Awalnya sempat mengapresiasi ketika pengelola menghentikan mobil karena ada salah satu penumpang tidak menggunakan masker dan dilarang masuk.

Namun perasaan itu rupanya salah. Ketika ada pengunjung lain yang tidak pakai masker justru diloloskan. Loh ada apa ini? Apakah ada sentimen pribadi?.

Aneh memang. Mustinya pengelola tidak tebang pilih dalam menerapkan aturan. Kalau tidak lolos satu ya semua jangan diloloskan.

Tentu rasa kecewa kami sangat beralasan karena aturan itu hanya diterapkan pada kami saja.

Ketika dimintai keterangan, pengelola malah tidak mau memberikan jawaban dengan alasan harus seizin pusat.

Selain itu ada hal aneh lain yang kami rasakan. Rupanya pengelola menjual masker kepada pengunjung dengan harga tidak rasional.

Selain tiket masuk yang mahal rupanya ada bisnis masker juga di sana. Ini seperti menari di atas penderitaan masyarakat.
Ada beberapa pengunjung yg kecewa menyampaikan ke surat kabar kami padahal Pihak PT.AIL ketika kami tidak pake masker seharusnya di kasih, karena sudah membayar tiket yg mahal.” Ujarnya
Sungguh tidak manusiawi. Di masa Pandemi sekarang dimana banyak pihak berlomba membagikan masker gratis, PT AIL jusru menjadikan ajang bisnis.

Tak hanya sampai di situ. Ada pengunjung lain yang rupanya juga ditolak oleh pengelola yaitu komunitas motor trail XLX dari cidatar kec.cisurupan.

Padahal mereka warga sekitar yang ingin bermain di tanah kelahirannya. dg kearogansian pihak PT.AIL sampai melakukan penghadangan kepada anak daerah juga Mereka disuruh pulang, ini sungguh bringas.

” Padahal kami pribumi dan PT AIL itu pendatang, kami sebagai warga cidatar kecamatan cisurupan kabupaten garut jabar sangat kecewa deng ulah sikap Pt.ail tsb.kami menghimbau kpd pihak pemerintah agar memberikan pembinaan kpd pihak perusahaan tsb.” ujar pengemudi motor trail. H.ujang selamet.

Penulis : Bro Tommy

Dilansir : H. Ujang Selamet

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Kel. Hj.Rampeani Rachman Gelar Bukber Dan Malam Pisah Bersama Kepala UPBU Timika Syamsuddin Soleman

27
0
0

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

45
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

22
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0