News  

Penahan Tebing Bronjong Bandara Buntu Kunik Tana Toraja di Duga Asal Jadi

Penahan Tebing Bronjong Bandara Buntu Kunik Tana Toraja Di Duga Asal Jadi

LIPUTAN4.COM, TANA TORAJA—Pekerjaan penahan tebing atau pemasangan Bronjong bersumber APBN Kemenhub dengan nilai 80,3 M yang merupakan bagian dari kegiatan Lanjutan Pembangunan Bandara Buntukunik Segmen Dua diduga dikerjakan asal jadi.

Hal tersebut disampaikan oleh Syafaruddin, Divisi Hukum dan Advokasi BASMI (Barisan Mahasiswa Anti Korupsi). Menurutnya pekerjaan penahan tebing atau pemasangan Bronjong bandara buntu kunik asal jadi oleh pelaksana kegiatan dan disinyalir Pejabat pelaksana yang bertanggungjawab secara administrasi, teknis dan finansial (PPK) tidak melaksanakan fungsinya dengan baik.


“Bangunan meliuk-liuk seperti ular, jelas ada penyimpangan dan indikasi pelanggaran hukum yang berujung delik korupsi, ujar Syafruddin pada awak media, Jumat (18/09).

pembangunan dengan tinggi 60 meter dan lebar sekitar 600 meter tersebut secara kasat mata dapat di nilai langsung, bahwa pembangunan Bronjong atau penahan tebing bergeser dari tempat semula, yang pertama, kawat Bronjong tidak kuat menahan beban tekanan dari atas dan samping kiri kanan, kedua tumpukan batu di dalam Bronjong tdk padat, banyak menimbulkan celah.

“Jika rekanan sudah bekerja sudah sesuai perencanaan, berarti ada kesalahan dalam perencanaan, kedua jika perencanaan sudah matang namun hasilnya seperti Bronjong yang di maksud, maka kemungkinan besar rekanan bekerja tidak sesuai perencanaan,” terang Syafaruddin.

“Namun demikian, semua tidak serta merta mutlak kesalahan konsultan perencanaan dan pelaksana kegiatan, sebab dalam pelaksanaan tersebut ada pejabat pelaksana dari pihak Bandar Udara Tana Toraja”, katanya.

Mengingat begitu banyak yang melakukan pengawasan dalam sebuah paket pekerjaan, namun pekerjaannya aburadul, Maka kuat dugaan PPK dan Konsultan pengawas tidak melakukan tugasnya dengan baik, sehingga terjadi indikasi penyimpangan dalam pengerjaan proyek tersebut.

“Untuk itu BASMI mendesak pihak penegak hukum segera mengusut tuntas siapa saja terlihat dan bertanggungjawab dalam pembangunan Bronjong yang di nilai amburadul,” pintah Syafruddin.

Sementara saat di konfirmasi via WhatsApp, PPK Bandar Udara Tana Toraja, Anas Labakara memberikan perimbangan data.

“Mereka itu tidak ngerti, masa pasang Bronjong harus lurus, kalau kerja beton masuk akal harus lurus, tapi pasang bronjong ?? Lurus kalau dia bisa kerja, pasang bronjong dengan beda elevasi 0 (nol) kasi tau saya pak” katanya.

Lebih lanjut, Anas mempertanyakan ke pewarta, terkait LSM yang menyikapi, katanya “Coba bapak selidiki, dana penggiat anti korupsi ini dari mana,” ? tanyanya.

Selain itu Anas mempersoalkan anggaran 80 M yang di maksud oleh pihak BASMI, menurutnya harga Bronjong cuma senilai 3 M, nanti masyarakat sangkanya memasang Bronjong emas, tutup Anas sembari ketawa.(RH)