Mayoritas Warga Tak Puas Kinerja Bupati Bekasi, CISA: Sektor Kesejahteraan Sosial Jadi Sorotan

  • Bagikan
Mayoritas Warga Tak Puas Kinerja Bupati Bekasi, CISA: Sektor Kesejahteraan Sosial Jadi Sorotan

LIPUTAN4.COM, Bekasi – Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) merilis hasil survei kepuasaan publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Beberapa aspek yang dinilai dari survei tersebut meliputi sektor Perekonomian lokal, Pembangunan Infrastruktur dan Tata Kelola Wilayah, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia, Kesejahteraan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan, Pelayanan Publik dan Birokrasi, Kesehatan, Penegakkan Hukum dan Anti Korupsi merupakan aspek-aspek fundamental yang memiliki muatan strategis bagi seorang Kepala Daerah termasuk Bupati.

“Melalui penilaian publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mengevaluasi sekaligus menemukan solusi alternatif ditengah-tengah persoalan dan tantangan yang dihadapi oleh stakeholders terkait,” tutur Herry Mendrofa, Direktur Eksekutif CISA melalui siaran persnya pada Selasa (6/4/2021).

Berdasarkan hasil survei tentang persepsi publik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi didapatkan bahwa (40,5%) masyarakat merasakan ketidakpuasan atas kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi pada aspek peningkatan Perekonomian lokal, Pembangunan Infrastruktur dan Tata Kelola Wilayah, Pendidikan dan Sumber Daya Manusia, Kesejahteraan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan, Pelayanan Publik dan Birokrasi, Kesehatan, Penegakkan Hukum serta Anti Korupsi. Sedangkan (9,7%) dari Warga Kabupaten Bekasi mengaku Sangat Tidak Puas dengan kinerja Pemerintah Bekasi.

Di sisi lain Herry menyatakan bahwa ternyata (36,3%) warga Bekasi merasa puas atas kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam menyelenggarakan pemerintahan yang berdampak pada persoalan Ekonomi, Sosial-Budaya, Kesehatan, Hukum dan Infrastruktur. Sedangkan masyarakat yang terdiri dari (13,5%) memilih untuk tidak memberikan penilaian terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Bekasi.

“Masyarakat Bekasi juga menyoroti beberapa sektor fundamental. Diantaranya sebanyak (29,6%) Warga Bekasi menginginkan agar Pemerintah Kabupaten Bekasi serius dalam melakukan peningkatan Kesejahteraan Sosial dan Pengentasan Kemiskinan,” terang Herry.

Selain itu Dia menyebutkan bahwa (17,4%) warga bekasi berharap kepada Pemerintah lokal untuk dapat memperbaiki serta meningkatkan kinerja pada sektor Pelayanan Publik dan Birokrasi, Penegakkan Hukum dan Anti Korupsi (15,3%), Pembangunan Infrastruktur (15,1%), Kesehatan (10%), Pendidikan (8,2%) dan Ekonomi (4,4%).

Herry pun menyampaikan adapun lembaga atau institusi yang menurut mayoritas Warga Bekasi masih layak mendapatkan kepercayaan dari publik yakni DPRD (54,8%).

“Artinya bahwa fungsi DPRD sebagai lembaga aspirasi bagi konstituennya terselenggarakan secara optimal. Disamping itu faktor lainnya yang mempengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat bekasi terhadap lembaga ini adalah kepemimpinan dan transparansi,” jelasnya.

Sedangkan Herry menambahkan bahwa TNI/Polri mendapatkan kepercayaan (26,3%) dari masyarakat Bekasi yang kemudian disusul oleh Organisasi Masyarakat (12,4%) dan Bupati sebanyak (6,5%).

Selanjutnya ketika ditanyakan kepada warga untuk calon Bupati Bekasi jika hari ini dilakukan pemilihan Kepala Daerah dengan simulasi lima nama untuk Top of Mind, Obon Tabroni, Politisi Partai Gerindra yang juga anggota DPR-RI merajai elektabilitas tokoh yang paling populer.

“Di survei kami sebanyak (14,1%) menyebut Obon Tabroni, (13,9%) memilih Rieke Diah Pitaloka, Daeng Muhammad mendapatkan (13,2%) kemudian disusul oleh Sa’duddin (11,5%) serta BN Holik (9,8%). Sisanya sebanyak (37,5%) belum menentukan sikapnya terhadap pencalonan Bupati Bekasi karena merasa belum tepat untuk memberikan pilihannya saat ini,” pungkas Herry.

Adapun penarikan sampel pada survei ini dilakukan dengan cara Multistage Random Sampling  serta Wajib terdaftar di DPT pada Pemilu tahun 2019.

Jumlah Responden terdiri atas 1.200 orang yang tersebar di 180 Desa dan 23 Kecamatan (margin of error 2,5% dengan tingkat kepercayaan di 95%).

Responden terpilih adalah usia di atas 17 tahun yang beraktivitas sebagai pekerja di sektor formal & informal baik di Swasta/BUMN/ASN (39,7%), sebanyak (27,5%) merupakan ibu rumah tangga dan (32,8%) bekerja sebagai Pelaku Usaha/Pemilik Usaha.

Survei dilakukan dengan Mix Metods (Wawancara langsung) dengan menerapkan protokol kesehatan antara Surveyor dan Responden serta recheck/reconfirm melalui polling online.

Print Friendly, PDF & Email
Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

32
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

16
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

60
0
0

Kegiatan Soft Opening Wisata Pantai Muara Indah Suak

33
1
0