Kontes Miniatur Sound Sistem di Pakamban Daya Melanggar Prokes dan Diduga Tak Berijin

Kontes Miniatur Sound Sistem Di Pakamban Daya Melanggar Prokes Dan Diduga Tak Berijin

Liputan4.com, Sumenep – Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk masyarakat seluruh Indonesia untuk mematuhi protokol kesehatan dan menganjurkan mengikuti program vaknasi selama Pandemi Covid-19.

Masa Pandemi Covid-19 masih belum kelar, ada pelaksanaan Kontes Miniatur Sound sistem Desa Pakamban Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang tidak menerapkan dan melanggar protokol kesehatan.


Berdasarkan informasi masyarakat setempat, acara tersebut banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan salah satunya. Pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Pakamban Daya tidak ada upaya teguran pada acara itu.

Perlu diketahui acara Kontes Miniatur Sound Sistem yang terselenggara di Desa Pakamban Daya yang mengadakan acara adalah salah satu perangkat desa setempat. Pihaknya mengaku sudah mendapatkan ijin dari Kepala. Tapi perangkat (Kadus, red) Desa Pakamban Daya tersebut tidak ada upaya sama sekali untuk mematuhi protokol kesehatan, hanya saja mengandalkan bukti pencapaian vaksinasi tertinggi di desa tersebut saat dikonfirmasi media Liputan4.com.

“Untuk capaian vaksinasi di Desa Pakamban Daya telah mencapai 80% lebih saya sebagai perangkat desa mengadakan acara ini, karena vaksinasi untuk Pakamban Daya sendiri sudah mencapai 84%. Alhamdulillah, dan sudah diizinin oleh Kepada Desa untuk mengadakan acara ini. Untuk meliput gpp,” kata narahubung panitia sekaligus memiliki jabatan sebagai Kadus yang tidak menyebutkan identitasnya saatnya dikonfirmasi oleh awak media, Selasa (18/1/2022).

Panitia atau Kadus tersebut saat disinggung soal protokol kesehatan apakah sudah menerapkan apa tidak, pihaknya menjawab “Y”. Akan tetapi berdasarkan video dan kroscek dilapangan banyak masyarakat yang melanggar protokol kesehatan (tidak memakai masker).

Sekretaris Desa (Sekdes) Pakamban Daya saat dikonfirmasi melalui via chat WhatsApp messenger saat ditanya soal acara tersebut. Pihaknya menjawab kurang tahu, dan mengarahkan awak media untuk langsung ke tempat.

“Terkait hal itu saya kurang tahu mas, soalnya saya aja belum lihat ke lokasi. Coba saja langsung ke lapangan atau langsung ke panitia,” jelasnya.

Pihaknya saat ditanya apakah ada pihak panitia untuk meminta ijin secara resmi, entah itu surat pengajuan ke Pemerintah Desa atau surat dari Pemdes untuk pengajuan ijin ke Satgas Covid-19 Kabupaten Sumenep. Pihaknya mengaku tidak ada, kemungkinan secara lisan saja ke Kepala Desa.

Lain dari itu, ia juga disoal terkait panitia yang mengadakan acara tersebut beralasan Desa Pakamban Daya pencapaian vaksinasi ada diurutan pertama, akan tetapi tidak harus mengabaikan protokol kesehatan. Pada acara tersebut banyak yang melanggar protokol kesehatan diantaranya memakai masker.

“Kalau ijin resmi sih saya gak tahu mas. Tapi Kalau izin pribadi ke pak Kades mungkin sudah. Kalau soal itu bener memang salah satu dari perngkat desa, tapi itukan kegiatan pribadinya mas atau di luar kepemerintahan,” jawabnya.

Pihaknya saat sedikit pemahaman, apakah pihak desa sudah memberikan saran kepada Panitia untuk mematuhi protokol kesehatan dan tempatnya di Pakamban Daya. Pihaknya malah menjawab “Says gak bisa berkomntar banyak karena memang PEMDES sendiri tidak ikut serta mas,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolosek Prenduan, AKP Ach Supriyadi saat dihubungi melalui via telepon seluler ditanya terkait acara Kontes Miniatur Sound sistem yang dilaksanakan di Desa Pakamban Daya yang melanggar protokol kesehatan dan mengundang kerumunan. Pihaknya mengaku baru tahu dari media Liputan4.com, kalau pihak desa atau pihak panitia tidak ada pemberitahuan atau ijin kepadanya.

“Saya tidak tahu Mas, saya baru tahu dari sampean kalau di Desa Pakamban Daya acara tersebut. Nanti saya kroscek kelapangan soalnya saya masih ada giat di kota,” ungkapnya.

Print Friendly, Pdf & Email