Insentif Nakes Covid-19 RSUD.Ulin Di Akui Kadis DinKes Kalsel Belum Di Bayar

Insentif Nakes Covid-19 Rsud.ulin Di Akui Kadis Dinkes Kalsel Belum Di Bayar

Liputan 4.com – Banjarmasin.
Kadis Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan HM Muslim mengakui untuk pembayaran insentif bagi para tenaga kesehatan (nakes) yang menangani Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin, belum dibayar.

Hal ini diungkap anggota Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Kalsel Anang Rosadi yang menerima pengaduan dari beberapa para nakes mengenai soal terlambatnya pembayaran insentif nakes yang terlibat langsung dalam hal penanganan pasien Covid-19 di sejumlah rumah sakit rujukan.


“Memang, untuk para nakes yang menangani kasus Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin kenyataannya memang belum dibayar. Ya mungkin, karena masih ada perbaikan data. Ada beberapa bulan yang masih belum selesai,” ucap Muslim di Banjarmasin, Kamis (17/9/2020).

Menurut dia, untuk insensif para nakes yang ada di RSUD Moch Ansari Saleh serta rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 lainnya telah dibayarkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel ini memastikan akan pembayaran besaran insentif nakes yang terlibat dalam penanganan kasus virus Corona telah sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020,”Ujar Muslim.

Muslim juga menyebut sasaran pemberian insentif itu adalah untuk para nakes baik berstatus ASN maupun non ASN, termasuk para tim relawan yang turut menangani Covid-19 yang ditetapkan pimpinan fasilitas atau institusi pelayanan kesehatan.

“Adapun besaran insentif yang akan diterima para nakes itu kisarannya sekitat Rp 5 juta hingga Rp 15 juta. Untuk Sumber pendanaan berasal dari dana alokasi khusus (DAK) yang ada di Dinkes Kalsel,” imbuhnya.

Sekedar untuk diketahui, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah mengeluarkan SK terbaru bernomor HK.01.07/MENKES/447/2020 yang mengubah SK sebelumnya, HK.01.07/MENKES/392/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani kasus Covid-19,”Terangnya.

Dalam SK terbaru ini, menegaskan untuk insentif dan santuan kematian nakes diberikan terhitung mulai Maret hingga Desember 2020, dan dapat diperpanjang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun besaran untuk insentif pun beragam diberikan kepada nakes, seperti dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum dan gigi Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7,5 juta dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta. Bahkan, pembayaran insentif juga mencakup fasilitas kesehatan lainnya seperti yang bertugas di puskesmas.(Gt.Irwan.S).