Dianggap Fitnah, Relawan Pospera Laporkan Arya Sinulingga Ke Ditreskrimsus Polda Kalsel

LAPOR KE POLDA LAGI

Laporan dilakukan serentak di 27 Polda se-Indonesia, karena tenggat waktu 3×24 jam untuk mengklarifikasi dugaan ujaran kebencian di medsos tidak dilakukan Arya Sinulingga.

Ketua DPD Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kalsel, Rahmat Mulyadi atau yang biasa disapa Abu bersama Komisaris PT Bukit Energi Servis Terpadu (BEST), Daniel P Sitompul, membawa sebundel berkas laporan ke Ditreskrimsus Polda Kalsel.

“Kami ingin melaporkan Arya Sinulingga Staf Khusus dari Menteri BUMN, karena diduga menyebarkan ujaran kebencian di salah satu grup WhatsApp (WA) yang menyinggung seluruh jajaran Pospera,” kata Abu.

“Arya Sinulingga dalam chating grup itu menyampaikan informasi bahwa komisaris-komisaris menyebabkan kerugian di BUMN yang diisi para komisaris tersebut,” ucap Abu lagi yang juga aktivis lingkungan ini.

Apa yang disampaikan Arya dinilai Abu merupakan informasi yang menyesatkan dan berbau fitnah. Di mana Arya mengatakan dalam chating-nya,  akibat para komisaris Pospera banyak perusahaan yang merugi.

“Karena komisaris Pospera di BUMN itu hampir semua tak ada yang mengalami kerugian. Bahkan ada kenaikan laba yang cukup bagus,” paparnya.

Dianggap Fitnah, Relawan Pospera Laporkan Arya Sinulingga Ke Ditreskrimsus Polda Kalsel 22

Sementara itu, Komisaris PT BEST, Daniel P Sitompul menilai pernyataan Arya sudah sangat menyinggung Pospera. “Ini sangat menyinggung organisasi kami,” ucapnya.

Menurut Daniel, kerugian dan keuntungan perusahaan tak ada sangkut pautnya dengan komisaris. Sebab, persoalan pengelolaan BUMD itu di bawah kewenangan direksi, bukan komisaris.

“Fungsi komisaris adalah memberikan masukan dan auditing. Kalau boleh dicek seluruh komisaris dari Pospera, semua sudah menjalankan prosedur yang diberlakukan di perusahaan,” kata Daniel. (Liputan4.com)

Print Friendly, PDF & Email

Leave a Reply