Bupati Sumenep Wajibkan ASN/Non ASN Berpakaian Adat Bangsawan Untuk Menyambut Hari Jadi ke – 752

Bupati Sumenep Wajibkan Asn/Non Asn Berpakaian Adat Bangsawan Untuk Menyambut Hari Jadi Ke - 752

Liputan4.com, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN berpakaian adat Keraton Sumenep. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang ke-752.

Melalui Surat Edaran (SE) Nomor : 556/1826/435.106.3/2021 tanggal 25 Oktober 2021. yang dikeluarkan oleh Bupati selaku Kepala Daerah Pemerintah Kabupaten Sumenep, tentang pemakaian baju adat bangsawan dan mewajibkan pada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non ASN untuk berpakaian adat kraton Sumenep pada setiap jam kerja mulai Hari Kamis – Jum’at 28-29 Oktober 2021 yang merupakan hari kerja efektif, karena tanggal 30-31 hari Sabtu dan Minggu.


Pemakaian baju adat bangsawan ini berlaku bagi pegawai di instansi vertikal, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dosen serta guru di jajaran lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep pada saat jam kerja.

Bagi mahasiswa/mahasiswi perguruan tinggi serta pelajar tingkat SD, SMP, SMA Negeri dan swasta sederajat wajib menggunakan Batik Sumenep.

Sementara itu, pemakaian baju adat bangsawan tidak berlaku pada ASN yang bertugas memakai seragam khusus seperti, paramedis, petugas keamanan seperti Satpol PP dan Petugas Pemadam Kebakaran di lapangan.

Hal itu dilakukan sebagai cara menyambut peringatan Hari Jadi ke-752 tahun 2021, yang mana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mewajibkan untuk mengenakan pakaian adat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep membuat kebijakan tersebut dalam rangka melestarikan adat dan budaya leluhur Sumenep yang kental dengan sejarah kerajaannya. Selain itu, untuk menyambut Hari Jadi Sumenep yang ke-752.

“Memakai baju adat juga sebagai pelestarian nilai-nilai budaya lokal sekaligus memberikan semangat aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, seperti ketokohan Arya Wiraraja sebagai pendiri Kabupaten Sumenep,” kata Achmad Fauzi.

Orang yang nomor satu di Kabupaten Sumenep mengatakan, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tahun ini akan membangkitkan semangat perjuangan para leluhur untuk membangun daerah kembali, yang dilandasi oleh nilai luhur budaya.

“Peringatan hari jadi jangan dijadikan sebagai rutinitas seremonial belaka setiap tahun, tetapi harus mengandung makna dan hakikat untuk membangun Kabupaten Sumenep lebih baik demi kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.