Papua  

Berawal dari Dedikasi Sang Ayah, Anak (Purn) TNI Bangun Yayasan dan SD Islam MIktim Pertama

Berawal Dari Dedikasi Sang Ayah, Anak (Purn) Tni Bangun Yayasan Dan Sd Islam Miktim Pertama
Murid SD Islam Miktim yang sedang Laksanakan Ibadah Salat secara berjamaah di imami oleh Kepala Sekolah Ustadz H Abdul Muthalib Elwahan S.Pd (Ketua DMI)

TIMIKA | MTQ ke XI tingkat Kabupaten Mimika telah usai dilaksanakan dengan sukses pada Minggu (21/03/2022).

Namun kesuksesan itu tentu tidak terlepas dari peran berbagai pihak,  baik panitia, dewan hakim dan juga para peserta lomba. Selain itu,  tentunya juga semua pihak yang telah terlibat  dalam kesuksesan itu, salah satunya yayasan  yang juga turut membantu memfasilitasi para Qori dan Qoriah-Nya untuk tampil pada ajang tilawah bebrapa waktu lalu.


Sebut saja Yayasan Jabal Rahmah Albanna (YAJABA) Mimika Timur.  Yayasan yang diketuai oleh salah seorang tokoh perempuan yang cukup familiar dikalangan umat muslim di kabupaten Mimika, Hajja Rampeani Rachman beliau lah sosok dibalik Suksesnya para Qori dan Qoriah dalam menyabet juara 1 (satu) tilawah putri MTQ ke XI di tingkat kabupaten Mimika.

Bahkan,  para Qori dan Qoriah Yajaba baru pertama kali tampil pada ajang ini  namun sudah menunjukkan kualitas anak didiknya dalam melantunkan ayat-ayat Allah. Dan mampu  Bersaing menunjukkan kualitasnya dengan peserta lain.

Yayasan pendidikan Islam Jabal Rahmah Mimika Timur satu- satunya sekolah Islam yang mempunyai keseriusan dalam mengelola sekolahnya dalam mendidik dan mengasah serta mengasuh anak- anak didik untuk berprestasi baik dalam Agama maupun dalam membentuk karakter kemandirian.

Segudang pengalaman Ketua yayasan (Hj Rampeani -red) yang dimiliki inilah yang membuat Yayasan Jabal Rahmah (Miktim) semakin terus menunjukkan kualitas Pendidikan di wilayah yang notabene nya berada ditengah-tengah warga asli Papua (OAP).

Terbukti, Yajaba walau berada dilingkungan masyarakat, namun dengan pendekatan secara kekeluargaan dan kebersamaan dibungkus dengan (toleransi ) ini juga dipandang berpengaruh dalam meningkatkan mutu pendidikan bagi Sekolah -sekolah. Bagaimana tidak,  anak – anak yang  didik bukan hanya di ajarkan tentang pendidikan berbasis Agama namun lebih dari itu, peserta didik juga  ditanamkan kemandirian, serta menjadi peserta didik yang mandiri dan berahlak mulia.

Irawati, Qoriah didikan Yajaba ini salah satu perwakilan  Kabupaten Mimika yang  bakal ambil bagian mewakili Kabupaten Mimika pada ajang MTQ tingkat Provinsi Papua pada 2023 mendatang.

Hal Ini menunjukan keseriusan  sang pendiri dalam pengelolaan Mutu pendidikan di yayasan Jabal Rahmah dan mampu bersaing dengan sekolah islam lainya. Selain itu saat ini Banyak orangtua muslim ingin anaknya bisa menimba ilmu di sekolah dengan pendidikan Islam lebih dari pada sekolah negeri. Namun keinginan itu sering kali kandas karena biaya masuk sekolah Islam Terpadu “selangit”.

Keresahan para orangtua tersebut dijawab seorang putri Kapten (Purn) TNI-AL  H Rahcman, yang mendirikan SD Islam Mapurjaya. Sekolah itu jauh dari keramaian kota. Persisnya terletak di Desa Kaugapu, Kecamatan Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua.

Sekolah di sana akan memberi rasa aman murid dan orangtuanya. Ditambah lagi dengan suasana belajar sekolah yang di bimbing oleh guru pembimbing yang cukup mumpuni ilmu agamanya.

Diketahui, SD Islam Mapurjaya mulai beroperasi sejak 2016 lalu sekolah dengan mengusung visi ‘Generasi muslim yang qurani dan berakhlak’  mulia itu terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan agama kepada anak didiknya.

Selain mengajarkan pendidikan umum, SD Islam Mapurjaya juga menanamkan ketaatan  murid dalam menerapkan pengetahuan agama. Hal itu terungkap dalam penulusuran tim redaksi Liputan4, disana terlihat anak-anak begitu taat saat merdengar kumandang ajan. Murid –murid terlihat dengan penuh rasa tanggungjawab langsung bergegas menuju masjid Jabal Rahmah guna menunaikan sholat berjamaah  yang jaraknya  hanya sekitar dua meter dari SD Islam Mapurjaya,  tepatnya berada dalam satu lingkungan.

Hj Rampeani Rahcman S.Pd saat diwancarai redaksi Liputan4.com  mengatakan, motivasi pendirian Yayasan Jabal Rahma albanna  dan sekolah Islam Mapurjaya tersebut didasari atas pengalaman pribadi dan keinginan yang kuat orang tua saya (almarhum Papa-red) dalam  mengamanatkan  pelayanan pendidikan semasa hidup kita. Ini yang membuat kami anak-anak-Nya selalu mengingat pesan itu.

“Pendirian Yayasan dan Sekolah  ini keinginan yang  kuat dari orang tua sehinggah dengan niat itulah saya termotivasi dan berkeinginan penuh mewujudkan amanat (Papa) sebab, hal ini tak hanya untuk duniawi semata tapi juga project akhirat kelak. Sebab di sini kami menggratiskan anak-anak yang benar-benar tak mampu 100 persen, ” kisah Dia.

Ia mengisahkan, SD Islam Mapurjaya mulai beroperasi sejak 2016 lalu sekolah dengan mengusung visi ‘Generasi muslim yang qurani dan berakhlak  mulia’  itu terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan agama kepada anak didiknya.

Hal itu bertujuan agar anak didiknya semakin kokoh fondasinya dalam mendapatkan ilmu agama sehingga dengan begitu anak –anak mampu menjadi generasi yang mandiri dan berahlak,” ungkap Hj Yani sapaanya.

“ Sebagai sekolah Islam tentunya kita harus mampu meberikan pengajaran tentang ilmu agama kepada murid,  dengan begitu anak- anak akan mampu membentuk karakter yang berahlak. Apalagi saat ini dunia digitalisasi sangat mempengaruhi karakter murid  sehingga begitu  mereka para murid dapat terhindar dari pengaruh negatif, selin itu sebagai Sekolah Islam kita juga harus mampu bersaing dalam dunia digitalisasi yang saat ini sekolah – sekolah mau tak mau harus mengikuti perkembanagan yang serba online,” tutunya.

Untuk diketahui, bagi para orang tua yang ingin menyekolahkan  anaknya di SD Islam Mapurjaya terdapat banyak kemudahan yang diberikan pihak sekolah untuk anak-anak yang orangtuanya betul-betul ingin anaknya mengenyam pendidikan di SD Islam Mapurjaya. Seperti pemberian diskon atau bisa juga dengan cara mencicil.

Tak hanya itu, SD Islam Mapurjaya juga memberikan konpensasi secara gratis anak didik  yatim piatu dan para muallaf.

 

 

 

 

 

 

 

 

Print Friendly, Pdf & Email