Banten  

Aktipitas Breaker Batu Malam Hari di PT LEN Desa Pamubulan Dikeluhkan Warga

Aktipitas Breaker Batu Malam Hari Di Pt Len Desa Pamubulan Dikeluhkan Warga

Liputan4.com LEBAK-Aktivitas penambangan batu yang dilakukan pihak PT Lebak Energi Nusantara (LEN) yang mensuplai Batu ke PT Cemindo Gemilang, berlokasi di Quarry 1 dungus tongtrong yang menggunakan alat berat Breaker, kegiatan yang dilakukan hingga larut malam dan menimbulkan kebisingan, dikeluhkan warga masyarakat Kampung Cipinang Desa Pamubulan Kecamatan Bayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten.

Juhani Kepala Desa Pamubulan ketika di hubungi via telpon Sabtu 22 Agustus 2020, membenarkan aktipitas Breaker sudah berjalan dari 2011sampai sekrang, dan itu sudah sering dilakukan pihak perusahan ketika kebutuhan produksi memang kurang, adapun masyarakat yang mengeluhkan hal tersebut, memang diakui kalo malam itu bising dengan suara Breaker dari pertambangan, saya tadi langsung menelpon pihak menajemen PT LEN agar aktivitas breaker tidak sampai 24 jam dan diharapkan paling malam sampai jam 24.00 wib.saya berharap masyarakat juga bisa memahami. uajar Johani


Intinya ketika perusahaan itu ada maka dampak positif dan negatifnya juga ada, negativnya jelas tadi kebisingan yang dirasakan warga, tapi positifnya juga ada buat warga pamubulan, pertama kami sudah berkomitmen dengan pihak PT LEN tidak lagi menerima pekerja dari luar selain dari Desa pamubulan, uajar Juhani.

Lanjut Juhani. Kedepan perusahaan harus mempekerjakan hanya dari warga pamubulan, untuk meminimalisir pengangguran di Desa kami, memang sekarang juga sudah mayoritas pekerja warga pamubulan dan itu salasatu dampak positifnya adanya perusahaan. Adapun kontribisi dari perusahaan buat masyarakat pamubulan juga ada buat lingkungan sekitar, jadi saya sebagai Kepala Desa, bukan berada di posisi membela perusahaan, fair saya akan memperjuangkan hak masyarakat dan kewajiban perusahaan agar bisa terealisasikan kewajibannya untuk warga masyarakat Pamubulan, pungkasnya Juhani

Aktipitas Breaker Batu Malam Hari Di Pt Len Desa Pamubulan Dikeluhkan Warga
Photo Kondisi Lokasi Pertambangan Pt Len Di Desa Pamubulan

Andi Cole perwakilan CSR PT LEN juga saat di konpirmasi melalui WhatsApp Sabtu 22-8-2020. Ouhh iyaaa ,, benar adanya ,, dari pertama aktivitas juga menggunakn breaker, (pemecah bongkahan batu besar/bolder) di quarry Kalo aktivitas sampe larut malm itu tentatif seiring kebutuhan produksi, karena sekarang lagi banyak kebutuhan produksi dan kebetulan minggu ini diberlakukan 2 shift panjang,, (disesuaikn dengan kebutuhan produksi) ujar Andi cole

Lanjut Andi Cole Untuk sebatas saya masukan dan keluhan ini kami hearing dan berupaya mengevaluasi untuk bisa meminimalisir atas dampak negatif ini,,
Dan warga pun harus fair melihat keberadaan perusahaan (aktivitas tambang) ini selain dampak negatif terlihat pula dampak positifnya yang dirasakan ,, begitu kang,,, ujar Cole

“Perusahaan juga sudah melakukan kewajibannya terkait kontribusi pada masyarakat Desa Pamubulan juga wialayah Desa tetangga bahkan bukan cuma hanya sekup Desa kami akomodir permintaan, tapi Sampai permintaan dari kampung juga kita akomodir, saya rasa perusahaan sudah balance pada warga terdampak adapun keluhan warga insaallah kita juga akan sampaikan pada pihak manajemen untuk bagai mana meminimalisirnya. pungkas Cole.

“Sementara Andi Heliandi 36 Tahun warga Kampung Cipinang membenarkan Setiap malam warga kami sangat terganggu oleh suara alat berat breaker yang beroperasi hingga larut malam. Semestinya, mereka bisa menghargai keberadaan kami, dan membatasi jam kerja mereka, sehingga tidak mengganggu waktu istirahat kami, ” katanya.

“Adapaun soal kompensasi untuk lingkungan, kami warga cipingan merasa tidak ada kontribusi baik dari perusahaan, bagi wilayah kami untuk saat ini.pungkas Andi

Hasil investigasi kami liputan4.com dilapangan dan menemui beberapa orang termasuk anggota BPD kampung Cipinang Junadi, membenarkan kalau malam aktivitas breaker tersebut sangat menggagu, kami harapkan maksimal pengerjaan breaker tersebut dibatasi Sampai jam 23.00 wib, agar masyarakat bisa istirahat,

Adapaun soal soal bantuan untuk lingkungan saya sebagai BPD Cipinang sudah lama tak mengetahui adanya bantuan ke wilayah saya, intinya kompensasi tersebut tidak ada kewilayah kami pungkasnya (Hs/Citonk)