News  

Tak Ada Air, Program TJPS Di Desa Noemeto Terancam Gagal

Tak Ada Air, Program Tjps Di Desa Noemeto Terancam Gagal

 

Liputan4.com, Soe-TTS


Program Tanam Jagung Panen Sapi(TJPS) yang dicanangkan oleh Gubernur NTT Viktor Laiskodat di desa Noemeto Kecamatan Kota Soe Kabupaten Timor Tengah Selatan terancam.

Bupat TTS Egusem Pieter Tahun melakukan penanaman secara simbolis pada bulan Juli yang lalu.

Sayangnya dari 8 Ha lahan yang ditanami semuanya gagal dan hanya tersisa 2 ha itupun terancam akibat tidak adanya pasokan air akibatnya kekeringan.

Hal ini dikeluhkan Yusuf Faot ketua kelompok tani Suka Maju.
Menurut Yusuf,TJPS di Noemeto yang ditanami oleh 8 kelompok tani namun hanya 2 kelompok yakni Suka Maju dan Taloitan yang masih ada sedikit harapan untuk memperoleh hasil panen.

Dijelaskan setiap kelompok menanam jagung seluas 1 ha namun gagal karna tidak ada air. Sumber air yang selama ini digunakan sudah kering.
Saat ini tersisa 2 ha lahan TPJS sehingga berbagai upaya dialkukan petani agar bisa mendapat air untuk menyiram sehingga bisa memperoleh hasil.

“Saat ini kami coba menampung air hasil rembesan dari Oe Soe untuk selanjutnya dialirkan ke lahan lahan jagung sehingga diharapkan bisa mendapat hasil”, ujarnya.

Pihaknya meminta dukungan Pemda dalam hal ini BPBD bisa membantu air tangki pada bak penampungan yang tersedia 1-2 minggu kedepan untuk bisa selamatkan jagung yang hampir mendekati panen.

“Kami punya 4 fiber kapasitas 5000 dan bak permanen berukuran 3×4 sehingga kalau bisa BPBD bantu air tangki”, pintanya.

Hal yang sama diungkapkan Sekretaris kelompok tani Taloitan, Jonatan Kause.
Menurutnya tahun lalu para petani menanam cabai dengan sayur yang hasilnya sangat memuaskan namun dengan adanya program TPJS sehingga pihaknya hanya fokus menanam jagung.

Ia mengatakan seharusnya jika program TPJS dicanangkan bulan April mungkin saat ini sudah selesai, namun karna telambat sehingga bertepatan dengan musim panas. Direncanakan sisa lahan akan dilakukan panen pada awal bulan Oktober.

Sementara itu Kades Noemeto,J.Rison Taopan mengatakan sangt mendukung program TPJS namun sumber resapan air yang jadi harapan petani mengalami kekeringan dan program gagal.

Karna itu solusi yang diupayakan adalah air yang ada dilingkungan sekitar ditampung agar bisa mendapatkan sedikit hasil.

“Kita butuh bantuan air dan sekarang sedang upayakan tampung air disekitar untuk dialiri ke tanaman jagung yang tersisa”,ujarnya.

Menurut Taopan,jika tidak ada upaya penanggulangan oleh pemerintah bisa mematahkan semangat para petani dalam mendukung program pemerintah.(Sys)Tak Ada Air, Program Tjps Di Desa Noemeto Terancam Gagal