"MARI SIAPKAN JIWA RAGA UNTUK MENJEMPUT KEAGUNGAN LAILATUL QADAR DAN KITA SEMUA MENJADI PILIHANNYA UNTUK MENDAPATI RAHMAT DAN MAGFIRAH-NYA DAN KEMBALI MENJADI HAMBA YANG DIKASIHI. MARHABAN YA RAMADHAN.""JIKA HATI SEPUTIH AWAN, JANGAN BIARKAN IA MENDUNG. JIKA HATI SEINDAH BULAN, HIASI DENGAN SENYUMAN. MARHABAN YA RAMADHAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN. SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA."

SMPN 1 Palas Punya Cerita Di Masa Pendemik Covid-19

  • Bagikan
SMPN 1 Palas Punya Cerita Di Masa Pendemik Covid-19

Liputan4 com,Palas Lampung Selatan

Malam itu, tanggal 15 Maret 2020 melalui grup whatsapp (WA) beredar surat dari
Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung
Selatan, yang menyatakan bahwa untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 untuk kurun waktu dua minggu ke depan dihimbau untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah, beribadah di rumah. Harusnya mulai hari Senin tanggal 16 Maret 2020 hingga Sabtu, 21 Maret 2020 jadwal pelaksanaan Penilaian Tengah Semester Genap TP. 2020/2021 untuk peserta didik kelas VII dan VIII, serta Latihan Ujian Nasional untuk peserta didik kelas IX.

Dengan maraknya Covid-19, langkah antisipatif yakni dengan ‘meliburkan’ murid akhirnya memang jadi pilihan kebijakan.
Langkah awal setelah itu kepala sekolah, guru, dan tendik melaksanakan rapat untuk membahas dan mempersiapkan strategi bagaimana menghadapi situasi ini.

SMPN 1 Palas Punya Cerita Di Masa Pendemik Covid-19

Kami berusaha mengoptimalkan keberadaan grup WhatsApp kelas dan grup WhatsApp wali murid. Kami menjaring agar semua peserta didik ada di dalam grup. Bagi yang tidak memiliki gadget bisa bergabung dengan teman yang rumahnya berdekatan. Pihak kurikulum sekolah membuatkan jadwal khusus selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yaitu sehari masing-masing kelas hanya belajar dua mata pelajaran.

Banyak yang harus kami siapkan karena semua serba tiba-tiba dan kami dipaksa untuk beradaptasi dengan keadaan ini. Bagaimana caranya untuk menyampaikan kepada orang tua perihal tentang PJJ ini serta kendala yang muncul dari anak-anak yang tidak punya gadget untuk bisa bergabung di grup WA.

Hari pertama PJJ peserta didik belajar di rumah, kami juga bekerja dari rumah. Sebagian besar dari kami memberikan tugas dengan mengandalkan buku pegangan siswa dan guru. Tugas diberikan melalui grup WA kelas peserta didik dan ditembuskan juga ke grup WA wali murid, kemudian peserta didik berlatih mengerjakan soal-soal yang ada di buku pegangan siswa.

Di awal PJJ respon peserta didik masih bagus, namun seiring waktu minggu berganti bulan peserta didik yang hadir selama PJJ dan yang mengumpulkan tugas semakin lama semakin berkurang. Peserta didik menjadi pasif. Kemungkinan mereka jenuh dengan metode pembelajaran yang monoton dan tugas-tugas yang semakin hari semakin menumpuk yang belum tentu mereka mengerti tentang materinya karena mereka dituntut belajar secara mandiri.

Kondisi latar belakang keluarga yang sebagian besar petani dan TKI sangat berpengaruh dalam pelibatan orang tua dalam mendampingi anak-anaknya selama PJJ. Kendala inilah yang menurut saya harus dicari solusinya bagaimana caranya memberikan pelajaran yang bermakna dan peserta didik tidak bosan selama daring.

Tidak mungkin juga saya memberikan soal-soal saja kepada mereka karena akan membebani peserta didik dan orang tua di rumah, meskipun belajar adalah kebutuhan mereka. Tantangan pun dimulai bagaimana caranya agar PJJ ini benar-benar berjalan dengan baik dan bisa berjalan dengan lancar selama kurun waktu yang kami sendiri pun tidak tahu hingga kapan berakhirnya.

Saya pun mulai mencari informasi di berbagai media sosial. Saya mulai mengikuti webinar, pelatihan tentang strategi, model dan metode pembelajaran online, pelatihan memanfaatkan media pembelajaran yang diselenggarakan dari berbagai elemen secara daring, join diberbagai grup WA dan telegram, sharing dengan teman-teman sesama guru di dalam grup WA dan telegram. Sekolah cukup membantu dengan diselenggarakannya beberapa pelatihan tentang PJJ untuk guru-guru.

Alhamdulillah saya banyak mengupgrade ilmu dan pengetahuan dalam melaksanakan PJJ dengan segala keterbatasan. Dengan adanya Bimtek dan Diklat Guru Belajar Masa Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud melalui Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM PKB) saya lebih mengenal dan memahami apa itu konsep PJJ sebenarnya, konsep kurikulum kondisi khusus, asesmen diagnosa, model PJJ, dan penggunaan teknologi dalam PJJ.

Dengan wawasan baru yang saya dapatkan saya berusaha untuk memperbaiki pelaksanaan PJJ agar peserta didik tetap enjoy selama pembelajaran dan tidak merasakan itu sebagai suatu beban.
Saatnya saya bergerak dimulai dengan membuat dan mempraktekkan RPP yang telah mengadopsi ilmu dari Bimtek Guru Belajar.

Tantangan yang saya hadapi bukan dengan peserta didik saja tapi juga dengan bapak dan ibu guru mengajak mereka untuk memanusiakan hubungan dengan anak dan orang tua agar berdaya dan bermakna untuk mereka dalam suasana yang seperti sekarang. Sebelum pembelajaran dimulai saya menyapa anak-anak dan orang tua terlebih dahulu.

Saya membangun komunikasi dengan menyampaikan penjelasan kepada para orang tua tentang mengapa sekolah diliburkan, mengapa ada belajar daring, dan sebagainya, dan mulai membuat kesepakatan dengan anak dan orang tua selama belajar dari rumah.

Setelah menyapa dan mengabsen peserta didik saya beri link video yang ada di RPP tentang penyebaran virus Covid-19 selama 10 menit selama anak-anak melihat video, salah satu kesepakatan kami bersama adalah membuka tutup wa grup dengan pengaturan hanya admin saja yang bisa mengirim pesan bertujuan untuk anak tetap berkonsentrasi dan tertib ketika berdiskusi dengan orang tua.

Setelah menonton video saya mempersilakan anak dan orang tua berdiskusi tentang video yang mereka tonton. Saya memberikan tantangan kepada peserta didik yaitu membuat poster tentang Covid-19 dan membuat video menjelaskan tentang Covid-19.

Ternyata respon peserta didik sangat antusias. Di hari itu juga mereka berlomba-lomba mengumpulkan hasil karya mereka. Saking bangganya saya akan karya mereka saya pun berbagi manfaat dengan mengupload hasil karya peserta didik melalui story whatsapp, instagram, dan media sosial facebook.

Hasil belajar anak-anak mulai saya posting dan ada yang penasaran bertanya-tanya bagaimana cara mengarahkan peserta didik dan tidak sedikit yang memuji karya mereka. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Story dan FB menjadikan teman-teman lain tahu apa yang saya praktikkan bersama peserta didik dan satu keuntungan lagi yaitu orang tua antusias dan bersemangat mendampingi anak belajar karena melihat anak senang dan tidak dibebani oleh tugas dan soal-soal.

Bahkan setelah saya mengakhiri kelas daring refleksi bersama, ada orang tua peserta didik yang menganggapi “Saya sebagai orang tua senang bisa mendampingi anak belajar dengan penuh antusias dan gembira, karena hobi anak saya memang menggambar sehingga tersalurkan saat mengerjakan tugas”.

Senang sekali rasanya ada yang bertanya “Minggu depan belajar apalagi bu?” “Saya ingin mendapat tugas seperti ini lagi, asyik dan menyenangkan”. Mereka seakan tidak sabar untuk mendapatkan tantangan pembelajaran selanjutnya. Pesan WA mereka yang penuh semangat ini merupakan sesuatu yang berharga bagi saya.

Peserta didik dan orang tua pun merasa dihargai dan tidak merasa dibebani oleh guru.
Dalam proses pembelajaran jarak jauh ini kami mengambil kesimpulan bahwa belajar memang tak mengenal tempat dan waktu. Peserta didik tetap bisa belajar di rumah dengan baik walau tak lagi bertatap muka langsung. Kita harus sedikit kesulitan menyesuaikan diri dalam awal prosesnya.

Namun banyak cara agar pembelajaran tetap bisa dilaksanakan. Praktik pembelajaran bersama peserta didik dan orang tua ini secara tidak langsung telah melibatkan cara 5M pembelajaran, yaitu memanusiakan hubungan, memahami konsep, membangun keberlanjutan, memilih tantangan, dan memberdayakan konteks. Kami ingin selalu bisa memberikan pembelajaran yang bermakna dan berkualitas untuk peserta didik sesuai kebutuhan dan kondisi mereka. Semoga pandemi segera berlalu.(Nancy Foedztida Rasyid Siregar, M.Pd.)

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan

Channel Liputan4 TV – Live News

Kel. Hj.Rampeani Rachman Gelar Bukber Dan Malam Pisah Bersama Kepala UPBU Timika Syamsuddin Soleman

27
0
0

Desa Bumi daya Dalam Pengelolaan Bumdes patut di jadikan percontohan

45
0
0

Peresmian Usaha Unit Bumdes Maju Bersama Oleh Camat Palas Program one Village one outlet

22
0
0

Trobosan Baru Budidaya Udang Dengan Air Tawar Di Palas

71
0
0