Ratusan Masyarakat Palengaan Gelar Aksi Demontrasi Tolak Pembangunan SPBU Tak Berizin Yang Terletak di Desa Palengaan Laok

PAMEKASAN, LIPUTAN4.Com Ratusan Masyarakat di Kecamatan Palengaan Menggelar Aksi Demontrasi penolakan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terletak di Dusun Glugur III Desa Palengaan Laok Kecamatan Palengaan Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur. Selasa (17/12/19).

Pembangunan SPBU yang saat ini dalam tahap pengerjaan diduga dikerjakan tanpa izin termasuk izin lingkungan dan AMDAL dan lokasi yang akan dibangunan  rentan kecelakaan.

Sebelumnya, massa aksi berkumpul dan menyiapkan dirinya start dari kantor pos Palengaan menuju ke arah timur kantor Kecamatan Palengaan, sekira 500 meter.

Berdasarkan pantauan wartawan Liputan4.Com dilokasi para peserta aksi membawa berbagai poster terbentang bertuliskan Diantaranya “Masyarakat & Ulama’ Palengaan, Tolak Pembangunan SPBU.” “Palengaan Yess..!!!, Cukong No…!!!.”

Khotibul Umam selaku Korlap aksi mengatakan bahwa, Ulama’ dan masyarakat Palengaan menolak keras pembangunan SPBU yang berada di Desa Palengaan Laok karena menurutnya dilokasi tersebut sering terjadi kecelakaan.

Pihaknya menuntut, dalam minggu ini sudah dibongkar. Material dan alat berat sudah bersih di lokasi.

Mereka berjanji, apabila dalam minggu ini bangunan masih saja utuh. Pihaknya tidak segan-segan akan membongkarnya.

“Kami atas nama Masyarakat dan Ulama’ Palengaan menolak keras dibangunnya SPBU tersebut, kami minta dalam minggu ini sudah tidak ada kegiatan lagi,”ucap dalam orasinya.

Sementara itu, Kades Palengaan Laok Moh. Sa’id, S.IP,. Mengatakan bahwa, dirinya tidak merasa pernah menandatangani Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) SPBU yang mulai dibangun di desanya.

“Masyarakat yang hadir disini sekitar ribuan. Bagi saya, suara masyarakat adalah suara tuhan. Jika masyarakat sudah tidak menghendaki adanya SPBU tersebut. Saya bisa apa?,” ucapnya balik bertanya.

Demikian pula dengan Camat Palengaan Akhmad Sukrisno mengatakan, pembangunan tersebut tidak prosedural. Pihaknya, akan menutup dan menghentikan pembangunan SPBU tersebut atas dasar keterangan Kades dan tuntutan masyarakat Desa Palengaan Laok.

“Jangankan minta ijin ke kecamatan, di desa saja tidak menandatanganinya,”singkatnya.

Kemungkinan besar, kata H. Kris sapaan akrabnya, pembangunan SPBU akan dihentikan dan dirinya bersama Kades setempat akan menemui pihak pengembang dan perizinan.

“Saya bersama Kades Palengaan Laok akan menemui pihak pengembang dan perijinan, kemungkinan besar pembangunan SPBU dihentikan,”imbuhnya

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolsek Palengaan IPDA Sri Sugiarto bahwa, pembangunan SPBU itu akan dihentikan, terbukti dengan ditariknya kontraktor oleh pengembang ke Surabaya.

“Kami sudah melakukan pertemuan dua kali dengan pengembang, dan mereka sepakat siap menghentikan pembangunan SPBU,”pungkasnya.

Reporter : Chalik/Sholehoddin

Leave a Reply