Rakyat Butuh Solusi” Sa’at Pembayaran Leasing/Bank Tak Bisa Ditunda Lagi

Rakyat Butuh Solusi&Quot; Sa'At Pembayaran Leasing/Bank Tak Bisa Ditunda Lagi
ekonomi sulit karena covid 19

Liputan4 KEDIRI maraknya Praktik penagih kredit kendaraan oleh debt collector memang menjadi hal yang lumrah dalam bisnis pembiayaan mobil/motor, Bahkan tak jarang kita lihat terjadi penarikan mobil atau motor secara paksa di jalanan,yang dikarenakan macetnya pembayaran kredit dari nasabah,

Rakyat Butuh Solusi&Quot; Sa'At Pembayaran Leasing/Bank Tak Bisa Ditunda Lagi


Namun sangat disayangkan jika praktik tersebut berlangsung di tengah pandemi virus Corona atau Covid-19 yang tengah mewabah dikediri dan seluruh dunia ini,Pasalnya untuk memutus mata rantai penyebaran virus, seseorang diwajibkan untuk melakukan social distancing atau physical distancing. Tapi, hal tersebut justru dimanfaat kan menjadi kesempatan dalam kesempitan oleh para debt collector dalam kondisi ekonomi yang sulit ini,rabu,13/05/2020 terjadi dugaan perbuatan melawan hukum yng dilakukan oleh oknum debt collector untuk merampas mobil salah satu nasabah pembiayaan mobil dikediri.

Rakyat Butuh Solusi&Quot; Sa'At Pembayaran Leasing/Bank Tak Bisa Ditunda Lagi
Hal inilah yang dialami oleh salah satu nasabah kreditur mobil sebut saja mawar, wanita yang setiap harinya bekerja membuat makanan ringan yang dititip titipkan warung kuliner kota kediri, dikarenakan warung kuliner tidak diperbolehkan BUKA oleh intruksi walikota kediri, sehingga omset penjualan menjadi turun drastis,dan serta akibat berlakunya PSPB di berbagai kota yang mengakibatkan berhentinya usaha travel yang dijadikan usaha sampinganya, jadi setelah banyak berbagai aturan yang membuat pembatasan usaha menjadi dalang keterlambatan pembayaran kredit, ungkapnya, kepada awak media liputan4

Bahkan, para oknum penagih hutang ini sampai mendatangi dan merampas mobil yang dititipkan oleh korban didaerah campurejo kota kediri, yang terjadi pada beberapa waktu lalu, Rabu (13/05/2020),
karena memang ada keterlambatan pembayaran cicilan mobil,tapi jika menganut intruksi presiden ,bahwa dilarangnya penarikan dan permudahan restrukturisasi kredit dimusim pandemi covid19,maka seharusnya bisa menjadi rujukan debitur memberikan solusi pembayaran kredit yang macet dimasa mewabahnya pandemi covid 19 ini.

“saya sangat kecewa, karena saya sudah berkomitmen membayar tepat waktu setiap bulanya,jika akhirny karena pembatasnya sosial yang mengakibatkan saya gagal bayar dan akhirnya mobil saya ditarik,saya berharap mereka bisa memberikan solusi, saya tetap beritikat baik untuk membayar jikalau ekonomi kembali normal lagi, saya emang ada keterlembatan sekitar 75 harian, maka mohon untuk diberi keringanan sesuai instruksi presiden ,ungkap sang nara sumber.

reporter Liputan4 berusaha untuk mengonfirmasi masalah tersebut kepada pihak leasing ACC, bagaimana sejatinya prosedur yang dijalankan perusahaan pembiyaan dalam kerja sama proses penarikan kendaraan,sehingga harus menggunakan jasa penagih hutang atau debt collektor ,tapi melalui sambungan wa belum ada jawaban yang diberikan.

M.RIFA’I ketua LSM GERAK INDONESIA angkat bicara terkait penagihan yang Menggunakan Debt Collector, harapan kami untun memberi kemudahan di tengah sulitnya ekonomi saat ini, polemik yang terjadi antara nasabah dan debt collector ini , kami semua tahu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghimbau untuk penagihan lewat debt collector multifinance atau leasing untuk distop sementara,atau dan di berikan solusi restuktur kredit,

jadi jika mereka tetep membandel,maka kami sebagai kontrol sosial siap kawal masyarakat untuk segera melapor kepihak aparat penegak hukum terkait adanya upanya kriminalisasi yang dilakukan oknum debt collector ungkap M. Rifa’i ketua LSM GERAK INDONESIA

“Tolonglah para pimpinan perusahaan pembiayaan kendara’an, semua tengah merasakan dampak covid19, ekonomi yang sulit bagi masyarakat saat ini, janganlah dijadikan momen penagihan kredit macet menggunakan debt collector,
stop dulu,Itu bisa menjadi upaya para debitur mendukung pemerintah agar sektor usaha bisa bertahan, sambil menunggu bagaimana covid-19 ini bisa diseleseikan dan dampaknya bisa diminimalisir,” jelas Ketua LSM GERAK INDONESIA

M.RIFAI menjelaskan bahwa banyak sekali sektor-sektor ekonomi yang secara langsung terdampak oleh penyebaran covid-19, terutama sektor kuliner, transportasi, dan sektor lainnya yang terdampak covid19, kami juga berharap ,ada kelonggaran kebijakan yang muncul di sektor keuangan leasing/bank untuk masyarakat, kita semua merasakan dampak yang luar biasa dari covid19 ini, dengan sedikit diberi waktu, dapat membuat para pelaku usaha kecil tersebut bisa bertahan ditengah himpitan ekonomi sekarang ini, bukan malah ditekan,kalau masyarakat ditekan dengan kondisi seperti ini, kami sebagai LSM tentunya sebisa mungkin membantu masyarakat untuk mendapat keadilan,dan tidak menutup kemungkinan kami juga akan menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah seperti ini, karena perampasan mobil termasuk pidana ada konsekwensi hukum bila debt collektor terus membandel. (RIF) ekonomi sulit karena covid 19 (RIF)