PPDB KOTA MEDAN 2022

Puskesmas Tabulahan laksanakan posyandu milenial di Smp Negeri 04 Tabulahan Saludadeko

Puskesmas Tabulahan Laksanakan Posyandu Milenial Di Smp Negeri 04 Tabulahan Saludadeko

 

Salah satu bentuk upaya yang dilakukan dalam rangka mendukung percepatan penanganan stunting di wilayah kerjanya, Puskesmas Tabulahan melaksanakan posyandu milenial di Smpn 04 Tabulahan yang beralamat desa Malatiro, Kec.Tabulahan, Kab.Mamasa (Jumat, 28 Januari 2022).


Dalam kegiatan Posyandu milenial tersebut diikuti oleh seluruh siswa Smpn 04 Tabulahan. Menurut ibu JUSNAWATI salah satu tim dari Puskesmas Tabulahan yang hadir pada kegiatan tersebut kepada jurnalis liputan4.com mengatakan bahwa posyandu milenial yang dilaksakan pada hari ini merupakan kegiatan rutin puskesmas Tabulahan ke sekolah sekolah yang dilaksanakan setiap bulannya dengan mengedari sekolah-sekolah yang ada di kec.tabulahan.

“Kegiatan ini rutin kami lakukan setiap bulan dengan mengedari sekolah sekolah yang ada di kecamatan Tabulahan yang merupakan wilayah kerja kami ” kata ibu Jusnawati.

“Kegiatan Posyandu milenial ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada anak – anak remaja mengenai apa itu stunting dan bagaimana pencegahannya serta bagaimana pentingnya menjaga kesehatan sejak dini terutama bagi remaja putri”.

“Dalam kegiatan ini kami juga membagikan vitamin angel kepada remaja putri, juga sekaligus memberikan penyuluhan agar anak-anak dapat menghindari pernikahan dini, dimana salah satu penyebab stunting di Indonesia adalah tingginya angka pernikahan anak di bawah umur” Lanjut ibu jusna.

Hadir dalam kegiatan tersebut bidan desa malatiro dan beberapa guru dari smpn 04 Tabulahan dan mereka sangat mendukung progra ini. ” Kami sangat berterimakasih kepada Tim dari Puskesmas Tabulahan yang telah menjadikan sekolah kami sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan posyandu milenial ini, semoga dengan adanya kegiatan seperti ini bisa meningkatkan pemahaman anak didik kami di sini bagaimana pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja terutama bisa memahami dampak negatif dari pernikahan anak di bawah umur, harapan kami agar kegiatan seperti ini bisa sering-sering di laksanakan di sekolah kami ” Kata Dahlia yang merupakan salah satu guru di Smpn 04 Tabulahan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan menjaga jarak dan memakai masker.

 

 

Print Friendly, Pdf & Email