Perpusnas RI Gelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan dan TIK

Perpusnas Ri Gelar Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan Dan Tik

Liputan4.com, Banjarmasin-Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI saat ini tengah didorong menjadi pelopor gerakan literasi untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.

Perpustakaan Nasional melaksanakan Bimbingan Teknis STRATEGI PENGEMBANGAN PERPUSTAKAAN DAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMUNIKASI yang diadakan di Hotel G SIGN  Banjarmasin tgl 14 Juni s/d 17 Juni 2021.
Bimbingan teknis ini diikuti oleh 43 peserta. Kab Batola 7 orang, Tanah Bumbu 11 orang, HST 9 org, HSU 13 dan dari Dispersip Prov Kalsel 3 orang.


Acara ini dibuka oleh Inspektur Perpustakaan Nasional RI Bpk Darmadi, S.IP, MM, yg mewakili Kepala PERPUSNAS RI.

Adanya Bimbingan teknis ini diharapkan agar perpustakaan di daerah/desa dapat bisa terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi komunikasi.

Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari bentuk transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial. Yang mana Perpustakaan menjadi pusat berkegiatan dan dapat memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya

Bimbingan teknis ini merupakan bentuk komitmen yang kuat dari Perpustakaan Nasional RI yg difasilitasi oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Selatan dalam rangka transformasi Perpustakaan berbasis inklusi sosial

Sementara di tempat terpisah Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dalam arahannya mengatakan, dalam memberikan layanan kepada Pemustaka, pemerintah dalam hal ini perpustakaan wajib menyesuaikan dengan kemajuan TIK yang terjadi saat ini.

“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan, agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Syarif.

Menurutnya perpusnas Bimtek bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah, tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi.

Materi Bimtek juga mencakup strategi pelibatan masyarakat, peningkatan layanan informasi dan strategi advokasi perpustakaan.

Kata dia, penggunaan sistem informasi manajemen untuk pendokumentasian kegiatan perpustakaan, identifikasi dampak layanan perpustakaan, TIK dasar dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru akibat pandemi corona.

Selain itu, kata dia, pelaksanaan Bimtek ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah peserta terkait, keterampilan dasar dan variasi metode fasilitasi dalam mewujudkan transformasi layanan perpustakaan umum.

Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek strategi pengembangan perpustakaan dan TIK, diharapkan dapat membantu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), pengelola perpustakaan sehingga mendorong tercapainya tujuan program transfomasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat untuk Indonesia maju.