Liputan 4.com – Batola.
Secara perlahan area wisata di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan mulai tergali, baik itu dilakukan pemkab maupun inisiatif dari masyarakat seperti Wisata Gusung Rumpiang.

Wisata kuliner berlokasinya di Desa Bagus, tepatnya berada di kawasan bawah Jembatan Rumpiang itu meski sangat sederhana ternyata keberadaannya cukup diminati.

Meski baru buka sekitar empat bulan, masyarakat yang datang sudah beragam, mulai penduduk lokal hingga luar kabupaten, dari kalangan biasa hingga pejabat termasuk Forkopimda, Wakil Bupati H Rahmadian Noor, dan Bupati Batola Hj Noormiliyani AS.

“Saya baru pertama ke sini ternyata alhamdulillah lumayan,” katanya.

Kehadiran Noormiliyani di Wisata Gusung Rumpiang dalam rangka makan siang usai memantau pelaksanaan Pilkades Serentak di Desa Penghulu, Baliuk dan Desa Bagus Kecamatan Marabahan.

Saat hadir mantan Ketua DPRD Provinsi Kalsel itu didampingi Ketua DPRD Saleh, Dandim 1005 Marabahan Letkol Arm Arie Priyudono, Kajari Batola Eben Neser Silalahi beserta anggota Forkopimda lainnya atau yang mewakili, Kadis PMD Moch Aziz, Camat Marabahan Eko Purnama Sakti, Kabag Prokopimda Hery Sasmita dan lainnya.

Ketertarikan Noormiliyani di Wisata Gusung Rumpiang itu, selain lokasinya di pinggir Sungai Barito juga keberadaan alamnya yang masih asri dan teduh dihiasi aneka pohon, terutama pohon rambai serta gulma sejenis suket teki.

Sesuai namanya Wisata Gusung Rumpiang itu berdiri di atas gusung,  dimana pada saat musim surut persis berada di atas endapan pasir sedangkan musim pasang seperti berada di atas sungai.

Wisata yang terdapat di Desa Bagus, Kecamatan Marabahan itu dilengkapi beberapa buah saung sebagai tempat makan.

Pengelola juga melengkapi beberapa tempat untuk beristirahat dan menikmati pemandangan serta spot foto dan sepeda air.

Karena keberadaan Wisata Gusung Rumpiang dekat dengan Jembatan Rumpiang, maka pengunjung juga bisa menikmati pemandangan jembatan serta panorama yang ada di sekitarnya.

Noormiliyani menyatakan, destinasi seperti di Gusung memang masih jarang ditemukan di Kalsel.

Oleh karena itu, dia menyambut baik dan mendukung masyarakat dalam pengembangannya.

Kendati memuji keberadaan Wisata Gusung Rumpiang, Noormiliyani menilai masih terdapat kekurangan yang perlu dilakukan pembenahan,  seperti keberadaan titian/jembatan yang masih terbuat dari kayu galam, belum terdapatnya toilet serta tempat ibadah.

Sementara Dandim 1005 Marabahan Letkol Arm Arie Priyudono mengatakan, karena Wisata Gusung Rumpiang merupakan destinasi kuliner, maka pengelola hendaknya lebih memperhatikan terhadap menu yang disuguhkan.

“Kalau bisa menu makan yang disajikan lebih beragam serta jika memungkinkan yang memiliki kekhasan lokal, saya kira itu lebih bagus,” katanya.(Wahyudi).