NONJOK (HANTARKAN MAKANAN) KEKOS, BUNGA DAN KUMBANG DIGEREBEK WARGA

LIPUTAN4 KEDIRI Sangat perlu diacungi jempol Langkah cepat satpol pp kota kediri,dengan cepat menindak lanjuti aduan masyarakat adanya penggebrekan di kost pesantren Gg 3 pesantren kota kediri.

Nonjok (Hantarkan Makanan) Kekos, Bunga Dan Kumbang Digerebek Warga


Menghantarkan makanan kekos pria,warga desa bedali kecamatan ngancar digerebek warga dikamar kos pesantren kota kediri
setelah adanya aduan dari masyarakat tentang adanya penggerebekan yang dilakukan warga tak berapa lama anggota satpol pp sampai di lokasi anggota satpol PP mengamankan pasangan yang diduga bukan suami istri, dan untuk proses lebih lanjut, pasangan tersebut di bawa ke makko pol pp, sesampainya dimako anggota satpol pp,melakukan pendataan dan pembinaan kepada pasangan remaja yang di grebek warga di Kost Pesantren Gg 3 kota kediri ungkap mbah nur khamid

Dari informasi yang dihimpun awak media LIPUTAN4 dan penuturan mbah nur khamid Yang kost disitu adalah si pria sebut saja kumbang 26 tahun yang beralamat Dsn Cepoko Ds Kepuhkajang Kecamatan Perak Kabupaten Jombang dan wanitanya sebut saja bunga 23 tahun
Dsn Sukorambil DsBedali Kecamtan Ngancar kabupaten kediri
Informasi yang didapat,sibunga 23 tahun datang pada pukul 21.25
tujuannya untuk mengantarkan makanan dan istirahat sebentar, pada pukul 23.00 di datangi warga setempat dan di grebek.

Nonjok (Hantarkan Makanan) Kekos, Bunga Dan Kumbang Digerebek Warga

Anggota Satpol Pp Kota Kediri Melakukan Pendataan Bunga Dan Kumbang

Dan sekitaran pukul 00.00 warga setempat menghubungi Satpol PP dan yang bersangkutan kita amankan ke Mako Satpol PP Kota Kediri.
Untuk Yang bersangkutan akan melakukan tunangan pada tanggal 16 juni

Sa’at penggerebekan berlangsung , pemilik tempat kos kosan Budi, yang memiliki 11 kos sedang tidak berada ada di lokasi.Nonjok (Hantarkan Makanan) Kekos, Bunga Dan Kumbang Digerebek Warga

Untuk pembina’an dan pendata’an
Sampai saat ini pasangan tersebut masih di mako satpol pp kota. Kediri, menunggu kedatangan orang tua masing masing. Ungkap mbah nur khamid keawak media LIPUTAN4 (RIF)