News  

Masyarakat Adat Motu Poso Pertanyakan Kebijakan BPN Manggarai Timur

Kronologis Persoalan

Tahun 2012 hingga 2016 marak terjadi penjualan tanah di pesisir pantai selatan di wilayah Ulayat Motu Poso. Banyak dari tanah tersebut kepemilikannya belum sah secara adat.


Pemangku Ulayat Motu Poso menyurati BPN untuk menghentikan aktivitas agraria di atas tanah wilayah ulayatnya bila tidak ditandatangani Pemangku Ulayat Motu Poso yang sah.

Berikut surat serupa untuk menegaskan kedudukan Ulayat Motu Poso. Surat itu mendapat reaksi keras dari Pihak Seminari Kisol, Pemangku Kepentingan dan Lurah Tanah Rata. Lalu dibuat forum klarifikasi. Dalam forum ini tidak ada hasil apa2.

Selanjutnya tanpa legitimasi yg jelas lurah tanah rata mengakomodir Antonius Lajo yang nota bene turunan anak Wina dari suku Motu Poso sebagai pemangku ulayat dan itu berpuncak pada saat PTSL 2019 lalu. Ketika Pemangku Ulayat Sesungguhnya menyurati BPN.

BPN tidak merespons sama sekali. Bahkan dua hari pasca sidang panita A, Pangku ulayat menyurati lagi bpn utk pembataoan sertifikat. Surat tersebut ternyata direspons oleh beberapa masyarakat dan tuan tanah palsu.

Mereka mendatangi BPN utk membagikan sertifikat. Anehnya tanpa mengkonfirmasi kepada pemangku ulayay sesungguhnya, BPN mengamini keinginan pemangku palsu dan membagikan sertifikat itu kemarin

KULIAH GRATIS BEASISWA

BPN Manggarai Timur dan PLT. Lurah Tanah Rata Kalangi Pemangku ulayat dalam proses sertifikasi tanah masyarakat. BPN dan PLT. Lurah Tanah Rata sengaja mengkerdirlkan peran pemangku ulayat sambil membesarkan pemangku Ulayat yang sesungguhnya berstatus Tura Jene.

Pemangku ulayat Motu Poso yang sah menyesalkan hal itu karena secara terang-terangan pemerintah membiarkan carut marut kekuasaan Ulayat di wilayah selatan Kota Komba. Padahal Perda Manggarai Timur sangat jelas mengayomi dan melindungi itu.

Konsekuensi dari itu, maka ratusan sertifikat yg diterima warga Tanah Rata kemarin sangat terbuka untuk digugat, apalagi kalau kekuasaan Ulayat yang sah dan benar dapat dibuktikan di meja hukum. Pemangku Ulayat yg benar namanya Kasianus Kaja dari Suku Motu Poso.

Pernyataan ini salah satu toko muda suku motu poso  renius lagung salah satu pemangku ulayat menyampaikan bahwa sudah 4 kali kami melayangkan surat kepada BPN Manggarai Timur tetapi BPN Manggarai Timur tidak pernah menanggapi surat yang sudah pernah kami layangkan, Dan juga kami sudah membuat surat permohonan klarifikasi tetapi BPN juga tidak menanggapi surat tersebut.