PPDB KOTA MEDAN 2022

Massa Ancam Gelar Aksi di Depan Kejaksaan dan Hotel Royal Idi Tolak Bimtek

Massa Ancam Gelar Aksi Di Depan Kejaksaan Dan Hotel Royal Idi Tolak Bimtek

Liputan4.com | Aceh Timur – Ratusan massa aksi rencananya akan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Kejaksaan Aceh Timur dan Hotel Royal Idi, menolak digelarnya kegiatan Bimtek (Bimbingan Teknis) aparat desa Se Aceh Timur, yang dinilai kurang bermanfaat dan diduga hanya menghambur – hamburkan dana desa di daerah tersebut.

” Ya, rencananya kami bersama sejumlah elemen masyarakat yang menolak bimtek akan segera menggelar aksi massa sampai kegiatan itu dihentikan,” kata Nyak Li, Rabu 18 Mei 2022.


Nyak Li mengungkapkan bahwa massa yang memprotes kegiatan itu berasal dari sejumlah desa di Aceh Timur, dan terdiri dari warga yang tidak rela dana desa digunakan untuk kegiatan yang diduga akan menguras milyaran anggaran desa di Aceh Timur.

” Kami sudah siap apa pun resikonya, dan kami akan mendesak penegak hukum menghentikan dan mengungkap semuanya,” ungkap Putera Idi Cut itu.

Dia menilai kegiatan yang mewajibkan setiap desa menyetorkan dana sebesar Rp.10 juta per desa tersebut melukai perasaan masyarakat miskin di berbagai pelosok desa yang masih hidup penuh kekurangan dan selalu dihadapkan dengan alasan kekurangan anggaran.

” Coba lihat kondisi masyarakat miskin di desa – desa sangat menyedihkan, selalu dapat alasan terbatas anggaran, tapi kenapa uang desa malah dipakai untuk berbagai kegiatan yang tidak ada manfaatnya bagi masyarakat? uang desa dihambur – hamburkan di hotel megah untuk kegiatan aparat desa hampir setiap tahun,” sebut Nyak Li.

Pihaknya mendesak pihak berwajib segera membatalkan kegiatan itu, sebelum aksi berjilid – jilid itu digelar.

” Kami mendesak kegiatan itu segera dibatalkan, sebelum kami beraksi, dan kami meminta Kapolri dan Kajagung segera mengusutnya,” pinta Nyak Li.

Dia juga berharap Kapolri dan Kajagung memerintahkan jajarannya untuk mengusut kegiatan yang diduga tidak wajar itu jika dinilai dari sisi anggaran dan manfaat yang diperoleh.

” Kami selaku masyarakat meminta pak Kapolri dan Kajagung untuk mengungkap kegiatan yang hampir digelar tiap tahun itu, apa benar dana desa yang dihimpun itu semuanya buat bimtek, dan siapa yang memprakarsai itu, dan anehnya lagi, kami mendengar diduga ada anggaran yang dibagi – bagikan, bahkan diduga melibatkan pejabat,” tutup Nyak Li.

Reporter : SAIF Aceh

Print Friendly, Pdf & Email