Mainkan Harga Pupuk, Bupati Maros Akan Cabut Izin Usaha

Mainkan Harga Pupuk, Bupati Maros Akan Cabut Izin Usaha

Liputan4.com Maros, Bupati Maros AS Chaidir Syam mendapat informasi tentang tingginya harga pupuk subsidi. Chaidir menegaskan akan memberikan sanksi kepada distributor dan pengecer pupuk yang terbukti “memainkan” harga jual.

“Ada yang melaporkan, harga eceran naik dari harga yang ditetapkan pemerintah, makanya hari ini kita adakan rapat koordinasi dengan para distributor, pengecer dan petani,” katanya usai melakukan Rapat Koordinasi Pupuk Bersubsidi di Baruga A, Senin (7/3/2022


Chaidir mengatakan  harga per sak urea subsidi  senilai Rp 112.500/ sak. “Namun ada distributor yang menaikkan sampai Rp 140.00 / sak. Kita akan beri sanksi pencabutan ijin usaha jika ada distributor atau  yang naikkan harga,” katanya.

Dia juga menilai jika alasan distributor menaikkan harga karna persoalan jarak dan uang transportasi tetap tak dibenarkan.

“Tapikan harus dihitung juga, bukan satu sak yang mau di bawa, hitungannya juga tidak dengan harga yang terlalu tinggi,” katanya.

Selain itu, Chaidir mengatakan pertanian merupakan penyumbang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Maros yang cukup tinggi.

“Dan sudah seharusnya petani mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, karna di setiap musrembang pupuk juga merupakan kelurahan terbanyak dari masyarakat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Abdul Asis, mengatakan penyediaan pupuk saat ini kuotanya terbatas.

“Hanya 50 persen kemampuan pemerintah, makanya masih ada 50 persen masyarakat yang belum terjangkau, dan terpaksa harus ditutupi oleh pupuk non subsidi,” ungkapnya.

Diapun mengatakan saat ini sudah banyak pupuk non subsidi yang diupayakan oleh pemerintah daerah seperti pupuk cair dan anorganik.

“Misalnya petani mempunyai lahan 1 hektar, dan membutuhkan 10 sak, paling pemerintah hanya mampu memberikan 6 sak pupuk subsidi, sisanya pakai non subsidi,” 

Print Friendly, Pdf & Email