Keluarga Besar PB HMI Merasa Sangat Kehilangan Almarhum Mulyadi P.Tansir Sebagai Sosok Tauladan

blank

Liputan4.com, Sintang, Kalbar – Keluarga besar PB HMI sangat kehilangan dengan Kepergian sosok Mantan Ketum PB HMI Mulyadi P.Tamsir yang tidak pernah terduga akibat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air Sj.182 di sekitar pulau laki dan pulau lancang pada 9, Januari,2020 yg lalu.

Hal ini disampaikan oleh Mantan Sekjen PB HMI Amy Jaya Halim dirumah duka yang beralamat di Jln. Mungguk Lalang  RT 016, RW 003, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang pada Kamis,21, Januari,2020 “kami seluruh keluarga besar HMI dan juga KAHMI diseluruh Indonesia merasa sangat kehilangan sosok pemimpin seperti Mulyadi P.Tamsir,” ungkapnya.

Artikel terkait : Jenazah Korban Sriwijaya Air SJ.182 Almarhum Mulyadi P.Tamsir Tiba Dan Disambut Langsung Forkopimda Sintang

“Saya secara pribadi mengenal sosok beliau sejak PB HMI Periode 2013-2015, M. Arief Rosyid Hasan dan Beliau Mulyadi P.Tamsir sebagai Sekjen PB HMI (red) ketika itu saya baru bergabung di PB HMI setelah menyelesaikan peridesiasi kepengurusan HMI cabang Jaya Pura,” urai Ami Jaya Halim.

Masih menurutnya saya waktu itu mencoba peruntungan proses dan perjuangan hidup di Jakarta selanjutnya, nah disitu saya mengenal sosok Mulyadi P.Tamsir sebagai Sekjen PB HMI, hingga 2015 kemudian di Periodesiasi berikutnya 2016 dia (Mulyadi red) sebagai Ketum dan saya sebagai Sekjennya.

Artikel terkait : Secara Simbolis Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ.182

“Diawal kepengurusan salah satu momentum yang tidak bisa saya lupakan adalah, pasca kongres HMI di Pekanbaru ada tiga nama yang diusulkan sebagai Sekjen PB HMI kemudian dia ( Mulyadi red) ditanya oleh banyak teman – teman dan para senior siapa kira-kira yang tepat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) untuk Periodesiasi berikutnya lalu dia (Mulyadi red) menyebut salah satu nama dan itu adalah saya,” kenang Amy Jaya Halim dengan penuh haru.

Tentu saja dengan pertimbangan bahwa saya bisa lebih komunikatif dalam banyak hal baik itu berkaitan dengan urusan organisasi maupun hal – hal yang bersifat personal, nah maka dari itu maka dia (Mulyadi red) memilih saya sebagai Sekjennya.

“Seketika itu saya sadar bahwa kalau bukan penilaian dia yang seperti itu , saya juga mungkin tidak mendapatkan kesempatan belajar, berproses bahkan berjuang bersama teman – teman HMI yang lainnya,” ungkapnya.

Amy Jaya Halim juga menceritakan “dua tahun Periodesiasi kami memang penuh dinamika, bukan saja kepengurusan kami dan yang lain tetapi saya secara personal dengan Almarhum Mulyadi O.Tamsir juga demikian, kita pernah saling marah, kita pernah saling debat, bahkan pernah saling diam untuk tidak berkata-kata sama sekali tetapi kita sadar bahwa itulah cara untuk mendewasakan kami berdua hingga pasca di organisasi HMI”.

“Perjuangan bukan hanya di 2016 hingga 2018 saja tetapi selanjutnya itu akan lebih lama untuk kita sama – sama, mematangkan perkawanan dan persaudaraan dalam satu periode kepengurusan itulah yang sangat berkesan bagi saya mengenal sosok Mulyadi P.Tamsir sebagai pemimpin, mengenal dia sebagai sahabat, bukan hanya saya tetapi seluruh teman-teman HMI merasa kehilangan dia sebagai sosok pemimpin, sebagai tauladan,” demikian di ceritakan oleh Amy Jaya Halim.

blank
Pj.Ketum PB HMI Arya Kharisma Hardy, saat dirumah duka Almarhum Mulyadi P.Tamsir,Dok.foto istimewa

Pj.Ketum PB HMI Arya Kharisma Hardy juga menuturkan ” Wafatnya beliau ini bukan hanya duka bagi keluarga Pak Ponijan tetapi juga duka yang mendalam bagi keluarga besar HMI seluruh Indonesia, pasca mendengar kabar kalau beliau ada dalam penerbangan pesawat Sriwijaya Air SJ.182 yang hilang kontak pada 9, Januari,2020 sontak seluruh rekan-rekan HMI diseluruh cabang Kabupaten dan Kota se-Indonesia melaksanakan doa bersama”.

“Nah itu suatu bukti bahwa sentuhan beliau ini memang luas, juga harapan beliau terkait dengan perbaikan sumber daya manusia terutama di HMI dan umum di Indonesia, Beliau terakhir membangun suatu Yayasan, yang mana Yayasan tersebut adalah sebagai tempat pembiayaan bagi semua kader HMI berurusan dengan pelatihan – pelatihan yang ada,” masih menurut Arya Kharisma Hardy dengan penuh haru.

“mungkin nanti di 40 hari Almarhum Mulyadi P.Tamsir Yayasan tersebut akan dilaunching sebagai suatu legacy,” tutup Arya Kharisma Hardy.

Jenazah Almarhum Mulyadi P. Tamsir salah satu korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ.182 Setelah sampai dibandara Tebelian Kabupaten Sintang kemudian langsung menuju Masjid Awaludin untuk dishalatkan.

Lalu dibawa ke rumah duka Jalan Mungguk Lalang  RT 016/RW 003, Kelurahan Kapuas Kanan Hilir, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat kemudian langsung di makamka ditempat pemakaman umum Jalan.Pangsuma, RT/RW 004/002, Kelurahan Mengkurai, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan Barat.(Sfh)

Print Friendly and PDF
share 0 Komentar

Yakin Ngga mau Komen?

ADVERTISING LAMPUNG SELATAN Mau beriklan?

Klik Disini!
  • blank
  • blank
  • blank
  • blank
  • blank
  • blank
  • blank
blank1 blank2 blank3 blank4 blank5 blank6 blank7