PPDB KOTA MEDAN 2022

Kadinkes Kota Banjarmasin Siap Hidupkan KPA,Demi Entaskan HIV/AIDS.

Kadinkes Kota Banjarmasin Siap Hidupkan Kpa,Demi Entaskan Hiv/Aids.

 

BANJARMASIN-Liputan 4.com. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan memastikan akan segera membangun Koalisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjarmasin.


KPA Kota Banjarmasin sebenarnya sudah terbentuk sejak 2018. Hanya saja dalam perjalanannya, tidak optimal. Hingga, memengaruhi koordinasi antara pemerintah, LSM yang bergerak di isu HIV/AIDS serta warga peduli AIDS (WPA).

Sedangkan, Koalisi Peduli HIV/AIDS Kalimantan Selatan telah terbentuk sejak akhir 2020 lalu. Koalisi Peduli Kalsel pun mendorong agar Pemkot Banjarmasin menambah anggaran untuk penanggulangan HIV/AIDS serta menghidupkan kembali KPA.

Hal ini berdasar amanat Pasal 6 Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 tahun 2007 tentang tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam Rangka Penanggulangan HIV dan AIDS di Daerah.

KPA di tingkat kabupaten/kota diantaranya berfungsi sebagai badan koordinasi, menyusun rencana penanggulangan HIV/AIDS di wilayah kota/kabupaten, menyusun kebijakan dan strategi pengentasan HIV/AIDS di wilayah kabupaten/kota.

Kemudian, KPA memimpin dan mengelola upaya penanggulangan HIV/AIDS, penyebarluasan informasi mengenai HIV/AIDS, mendorong terbentuknya kelompok peduli HIV/AIDS hingga monitoring dan evaluasi program.

Khusus di Banjarmasin, KPA telah dikuatkan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tahun 2012 tentang Pengendalian HIV/AIDS di Kota Banjarmasin. Terutama, pada pasal 23 dan 24 yang mengamanatkan dibentuknya KPA yang dilakukan oleh Walikota Banjarmasin. Organisasi ini juga ditetapkan melalui peraturan Walikota Banjarmasin.

Pada Desember 2021 lalu, dalam kegiatan peluncuran video kampanye Koalisi Peduli HIV/AIDS Kalimantan Selatan, Walikota Ibnu Sina berkomitmen untuk memberikan aksi nyata untuk menanggulangi HIV/AIDS di Banjarmasin dengan mengamatkan pembangunan KPA pada 2022 serta penambahan anggaran pengentasan HIV/AIDS.

“Estafet ini harus diteruskan. Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Banjarmasin harus lebih menekankan pada metode promotif dan preventif, jangan sampai lebih banyak kuratifnya,” ucap Ramadhan, yang baru menjabat beberapa bulan ini, Rabu (25/5/2022).

Ramadhan memastikan akan segera melakukan rapat internal untuk segera merumuskan struktur organisasi KPA Kota Banjarmasin. Hal ini demi tercapainya 3 zero, zero infeksi baru, zero kematian terkait AIDS, zero stigma dan diskriminasi terhadap ODHA/ODHIV, menuju Indonesia bebas AIDS pada 2030.(Irwan L4).

Print Friendly, Pdf & Email