Idul Fitri Lebih Aman Dengan Protokol Kesehatan

  • Bagikan
Idul Fitri Lebih Aman Dengan Protokol Kesehatan

Liputan 4.Com-Banjarmasin.

PERAYAAN Idul Fitri 1 Syawwal 1442 Hijriyah jatuh pada Kamis 13 Mei 2021. Umat muslim pagi hari berbondong-bondong datang ke tanah lapang, dan masjid untuk melaksanakan Shalat Ied. Khusus Kota Banjarmasin, pelaksanaan Shalat Ied pukul 07.30 Wita. Tentu Idul Fitri kali ini lebih aman dengan standar Protokol Kesehatan (Prokes).

NAMUN sayangnya, Hari Kemenangan Umat Islam ini berbarengan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang mendunia. Tak disangka telah memasuki dua tahun berlalu pandemi tak juga berakhir. Segala aspek kehidupan porak poranda, khususnya sektor ekonomi. Akibatnya banyak yang terkena Pemberhentian Hubungan Kerja (PHK), kehilangan usaha, dan terjadi pengangguran.

Mencegah penularan Covid-19 yang masif itulah pemerintah mengeluarkan larangan mudik dan memperketat protokol kesehatan. Yang sebagian warga Indonesia menjadikan pulang kampung menyambut lebaran di tanah air sebagai tradisi unik.

Seyogyanya lah semua komponen yang bertindak sebagai penyelenggara Shalat Ied untuk mematuhi protokol kesehatan saat pelaksanaan Shalat Ied di tanah lapang, maupun masjid. Begitu pula jamaah yang berdatangan pun harus mematuhi protokol kesehatan. “Ya, minimal adalah menggunakan masker dan tidak berkerumun (jaga jarak)”.

Tidak lain semua itu adalah bagian dari kesadaran bersama dan individu untuk mencegah penularan Covid-19, sekaligus membantu pemerintah dalam menekan tingkat penularan, seperti di Kota Banjarmasin, Banua Kalimantan Selatan, dan Indonesia.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengingatkan semua orang untuk memperketat protokol kesehatan, apalagi menyambut Idul Fitri 1442 Hijriyah. “Jangan sampai kita menjadi sumber penularan atau korban penularan dari orang lain. Kita menyambut Idul Fitri 1442 Hijriyah harus memperketat protokol kesehatan demi terhindar dari penularan Covid-19,”  ujar dr Nadia dalam perbincangan di Jakarta.

Menurutnya, Indonesia masih perlu melakukan proses panjang dalam membentuk herd immunity bagi 181,5 juta penduduk. Program vaksinasi pemerintah yang menyentuh angka 20,4 juta pada 3 Mei 2021 lalu masih belum saatnya memberikan rasa aman.

Senada itu, dr Fala Adinda Anggota Satgas Penanganan Covid-19 Subbidang Mitigasi, juga mengingatkan pandemi masih terus berjalan. “Longgarnya protokol kesehatan yang terjadi di sekeliling kita sebenarnya menjadi semacam lampu merah. Walaupun sudah ada program vaksinasi jangan sampai protokol kesehatan ini menjadi longgar,”  jelas dr Fala.

Untuk itu, Ia berharap semua elemen bangsa terus menerus mengingatkan sesamanya agar tidak jenuh dengan kondisi pandemi saat ini, “Kita harus kembali kepada individu masing-masing. Maukah terus menjalankan protokol kesehatan?. Jangan terlena dengan penurunan curva atau kejenuhan sebab pandemi sudah berjalan dua tahun,” imbuhnya.

Jangan lupa taati protokol kesehatan dan Idul Fitri pun lebih aman. Kami Segenap Keluarga Besar jejakrekam.com mengucapkan Selamat Idul Fitri 1442 Hijriyah. Mohon Maaf Lahir Batih. Taqabbalallahu Minna Waminkum.(Indrawan).

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
0
Suka
Waww
0
Waww
Haha
0
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
0
Lelah
Marah
0
Marah
  • Bagikan
LIPUTAN4.COM Kami ingin menunjukkan kepada Anda pemberitahuan untuk berita dan pembaruan terbaru.
Dismiss
Allow Notifications