PASPARAWI XIII SE-TANAH PAPUA

Ibu Hamil Meninggal, Ratusan Masa Aksi MABES NGO Datangi kantor Bupati Pamekasan

Pewarta: P4n71 Topik: Hukum & Kriminal, Jawa Timur, Pemerintahan
  • Bagikan
Ibu Hamil Meninggal, Ratusan Masa Aksi MABES NGO Datangi kantor Bupati Pamekasan

Liputan4.com, Pamekasan – Ratusan massa menggelar aksi demonstrasi di depan gedung pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Mereka mendesak Bupati agar mengevaluasi kebijakannya dan kinerja satgas covid-19 di kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Jumat, (23/07/2021)

Massa aksi dari Lintas LSM MABES N.G.O Pamekasan bersama Rakyat meminta Bupati dan satgas covid-19 untuk evaluasi yang dinilai kurang maksimal miskipun telah menyedot anggaran 89 M yang di anggarkan, khususnya pelanyanan publik di bidang kesehatan.

Pasalnya  pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil,  dianggap tidak sesuai dengan UU No. 17 Tahun 2013 Tentang Jaminan Pelayanan Kesehatan Republik Indonesia.

Iklal selaku Sekretaris MABES N.G.O dalam orasinya, mengatakan hati nurani Bupati dianggap mati.

“Innalilahi Wainnailaihi Raji’un, Telah meninggal hati nurani Baddrut Tamam,” Kata Iklal mengawali orasinya.

Iklal juga mengajak seluruh masyarakat Pamekasan untuk tahlil dan membaca Burdah bersama atas matinya hati nurani Bupati Pamekasan.

“Jadi nanti kita solat Gaib bersama, semoga Bupati kita semakin jaya dan tenang di alamnya,” Ajak Iklal.

Masa aksi tidak ditemui oleh Bupati maupun satgas covid-19, Hanya ditemui oleh agus mulyadi, namun ditolak dan di Usir oleh peserta aksi dikarenakan dianggap bukan ranahnya.

Sementara Zaini Wer-Wer selaku Presiden Mabes N.G.O dengan suara lantang menyampaikan, kenapa bupati Pamekasan tidak pernah mau menemui rakyatnya yang mau menyampaikan pendapat.

“Berkali – kali aksi dari MABES N.G.O dan masyarakat pamekasan tidak ditemui, padahal sudah mengirimkan surat jauh-jauh hari. Kemana bupati Pamekasan kemana ketua satgas covid-19,” Teriak Wer Wer panggilan kebesarannya.

Dengan berapi api Presiden N.G.O melanjutkan orasinya, Lihatlah di Luar sana rakyatmu dan ibu hamil banyak yang mati akibat tidak dapat penangan medis baik dari rumah sakit swasta maupun Rumah sakit daerah (RSUD) karena di tolak.

“Cabut aja ijin rumah sakit yang menolak pasien sehingga banyak nyawa masyarakat yang tidak tertolong.”imbuhnya.

Print Friendly, PDF & Email
  • Bagikan