Di Desa Mandalasari, Ketidaksesuaian Data Penerima Bantuan Covid-19 Pemprov Jabar Masih Terjadi

Di Desa Mandalasari, Ketidaksesuaian Data Penerima Bantuan Covid-19 Pemprov Jabar Masih Terjadi

LIPUTAN4.COM || BANDUNG – Bantuan tunai dan non tunai senilai Rp. 500.000,- dari Pemprov Jabar untuk kompensasi  covid-19 di Desa Mandalasari Kecamatan Cikancung Kabupaten Bandung berjalan cukup kondusif, hanya terkait ketentuan social distancing dan physical distancing yang tidak dihiraukan masyarakat, Kamis (30/04/2020). 

Dari data yang diajukan oleh Pemerintah Desa Mandalasari sekitar 1000 orang, data penerima bantuan telah mengalami dua kali perubahan. Awalnya yang keluar data penerima bantuan sekitar 620 orang, setelah itu berubah menjadi 385 orang dan ini menjadi data terakhir para penerima bantuan Gubernur tersebut.


Di Desa Mandalasari, Ketidaksesuaian Data Penerima Bantuan Covid-19 Pemprov Jabar Masih Terjadi

Hanya saja data para penerima bantuan masih banyak yang tidak sesuai data yang diajukan, dari mulai orang meninggal, masyarakat mampu, pindah domisili, dan tumpang tindih bantuan yang didapatkan ( sudah mendapatkan PKH dan BPNT masih juga mendapatkan bantuan dari gubernur). 

Sekitar pukul 09.00 WIB masyarakat para penerima bantuan sudah berdatangan ke Aula Kantor Desa Mandalasari, mereka mengantri untuk melakukan pengecekan data dan tanda tangan penerima bantuan. Hanya sangat disayangkan ditengah pandemi covid-19 saat ini, ketentuan physical distancing dan social distancing tidak dihiraukan oleh warga yang mengantri dan seolah-olah petugas Desa yang ada dilokasi terkesan membiarkan kondisi tersebut. 

Seharusnya petugas yang ada lebih waspada dan bisa menanggulangi situasi, dengan bertindak tegas menerapkan social distancing dan physical distancing untuk memutus mata rantai covid-19 dimasyarakat Desa Mandalasari. 

Di Desa Mandalasari, Ketidaksesuaian Data Penerima Bantuan Covid-19 Pemprov Jabar Masih Terjadi

Warga penerima bantuan tunai dan non tunai dari Gubernur Jabar tersebut mendapatkan uang tunai sebesar Rp. 150.000,-, dan sembako meliputi beras 10 kg, gula 1kg, minyak 2liter, terigu 1kg, makanan kaleng 4 buah, mie instant 16 bungkus, dan vitamin C satu paket, jumlah total kalau di nominalkan sebesar Rp. 500.000,-.

Kepada liputan4.com Kepala Desa Mandalasari Ahmad Fahsa mengatakan, data yang telah kami ajukan kurang lebih 1000 orang, hasilnya mengalami dua kali perubahan dimana pada awalnya keluar data penerima bantuan sekitar 620 orang dan berubah lagi menjadi 385 orang. 

" Data para penerima bantuan masih banyak yang tidak sesuai dengan data yang telah kami ajukan. Seperti orang meninggal, orang yang sudah pindah domisili, dan tumpang tindih bantuan (para penerima PKH, BPNT dan bantuan lainnya) masih mendapatkan bantuan dari Gubernur juga, " Ucap Ahmad Fahsa. 

Lebih lanjut Ahmad Fahsa mengatakan, untuk data penerima bantuan yang tumpang tindih/double, kami telah melakukan pengarahan untuk memilih salah satu bantuan mana yang akan diambil salah satunya, sehingga akan kami coret supaya tidak terjadi lagi tumpang tindih bantuan yang diterima masyarakat, " Katanya. 

Saya berharap Pemprov Jabar bisa memverifikasi ulang data yang sudah ada saat ini dengan data ajuan dari Pemerintah Desa supaya lebih konkrit sesuai situasi dan kondisi saat ini. Supaya data hasil kerja keras kami beserta RT/RW dan Puskesos dilapangan tidak percuma tapi dapat dijadikan rujukan buat bantuan di masa mendatang.

Penulis: kuswandi

[zombify_post]