Liputan4.com – Jakarta, Sudah menjadi rahasia umum jika membangun bisnis itu tidak mudah. Sayang rasanya jika bisnis yang Anda bangun dengan darah dan keringat jatuh begitu saja. Terutama, bila kerugian ini terjadi karena fraud karyawan, bukan karena kesalahan Anda. Jadi, wajar rasanya jika Anda ekstra waspada.
Faktanya, kemungkinan perusahaan mengalami kecurangan karyawan dan manajemen itu sangat besar. Pada laporan Occupational Fraud 2024 dari ACFE, setidaknya ada 1.921 kasus employee fraud di 138 negara dengan kerugian sekitar USD 3,1 miliar. Perusahaan Anda pun bisa menjadi korbannya di masa depan.
Karena itu, Anda perlu mewaspadai apa saja jenis kecurangan fraud yang sering terjadi serta mengenali cara mengatasinya. Jubun, Founder & CEO Aman Sentosa Investigation Agency, pria kelahiran 16 April 1978 yang akrab disapa Detektif Jubun mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena fraud yang dilakukan oleh karyawan di dalam perusahaan.
Menurut Detektif Jubun dampak negatif fraud sangat besar dan bisa mematikan perusahaan. Dia menegaskan bahwa kehancuran perusahaan karena kasus fraud karyawan sudah banyak terjadi.
Jenis-Jenis Fraud Karyawan.
Apabila Anda belum tahu apa yang dimaksud dengan employee fraud, ini adalah kasus kecurangan karyawan yang disengaja. Akibat kecurangan ini, perusahaan menderita kerugian, biasanya dalam bentuk finansial. Sebaliknya, karyawan memperoleh keuntungan yang seharusnya tidak mereka dapatkan.
Menurut Jubun yang juga sering mengajar fraud di beberapa lembaga keuangan, Ada beberapa contoh kecurangan dalam perusahaan yang perlu Anda waspadai, seperti:
1. Korupsi
Kasus korupsi sebenarnya bukan termasuk hal yang baru di Indonesia. Hal ini mengingat Anda pasti sering melihat kasusnya melalui media. Namun, tahukah Anda bahwa kasus ini juga bisa terjadi di perusahaan? Jadi, bukan hanya pejabat negara saja yang bisa melakukannya, namun juga karyawan Anda.
Penyuapan, penggelapan dana, dan gratifikasi merupakan contoh yang paling umum dari korupsi. Bahkan, kolusi dan nepotisme juga termasuk ke dalam tindakan ini.
2. Manipulasi Data Keuangan
Sadar atau tidak, keuangan adalah hal yang sangat vital dan sensitif bagi perusahaan. Apabila ada kesalahan pada saat pendataan, maka akibatnya bisa sangat fatal. Kesalahan yang tak disengaja saja bisa menimbulkan dampak yang signifikan, apalagi jika kesalahan ini dilakukan secara sadar oleh karyawan.
Karyawan bisa saja melakukan manipulasi pada data tersebut. Manipulasi ini bisa berbentuk pemalsuan nota belanja dan rekayasa data pada laporan keuangan. Selain itu, karyawan juga bisa menutupi kondisi keuangan atau melakukan suatu hal yang tidak sesuai dengan skala prioritas.
3. Menggunakan Aset Tidak sesuai pada Tempatnya
Hampir semua perusahaan pasti memiliki aset, baik itu berupa aset likuid dan non-likuid. Seringkali, ragam aset ini diberikan pada karyawan untuk menunjang proses pekerjaan.
Misalnya mobil untuk kepentingan bisnis, laptop atau komputer untuk bekerja, dan lain sebagainya.
Karyawan bisa dikatakan melakukan fraud ketika memakai aset tersebut tidak sesuai pada tempatnya. Salah satu contoh kecilnya adalah ketika karyawan memakai mobil dan laptop milik perusahaan untuk kepentingan pribadi.
Misalnya, mereka memakai mobil perusahaan untuk menjemput pacar saat jam kerja. Padahal, mereka seharusnya memakai mobil tersebut untuk bertemu dengan klien di tempat lain. Contoh lainnya adalah memakai komputer milik perusahaan untuk menonton film atau drama di jam kerja.
4. Mencuri Data Sensitif atau Rahasia Milik Perusahaan
Wajar rasanya jika ada karyawan punya hak untuk mengakses data sensitif dan rahasia milik perusahaan. Terlebih jika hal itu berkaitan dengan pekerjaan mereka. Hanya saja, tidak menutup kemungkinan jika ada data yang bisa mereka curi. Hasilnya, bisa mereka jual ke pesaing atau memicu kerugian lain.
5. Kecurangan yang Terkait dengan Disiplin dan Etika Kerja
Meskipun sering disepelekan, disiplin dan etika kerja yang tidak tepat juga bisa disebut fraud. Ada beberapa contoh yang sering terjadi, misalnya seperti:
Sering datang terlambat dan pulang lebih awal
Lebih banyak melakukan hal yang tidak penting di jam kerja.
Tidak bisa menyelesaikan pekerjaan tepat waktu secara berkali-kali.
Membocorkan rahasia atau strategi perusahaan ke media sosial atau orang lain secara sengaja atau tidak sengaja.
Melakukan hal yang tidak sesuai dengan SOP dan membuat reputasi perusahaan rusak.
Cara Atasi Fraud Karyawan
Setelah tahu jenis-jenisnya, Anda juga perlu paham bagaimana cara mengetahui kecurangan karyawan dan cara mengatasinya.
Menurut Jubun, cara yang paling mudah adalah dengan melakukan audit secara rutin.
Jadi, Anda bisa langsung tahu jika ada kecurangan atau hal-hal lain yang mencurigakan.
Jika audit sacara rutin sudah dilakukan dan kasus employee fraud masih belum terpecahkan, ada cara mengatasi kecurangan dalam perusahaan lain yang bisa Anda coba.
Caranya yaitu dengan hiring tim detektif swasta yang profesional untuk melakukan investigasi khusus dan jauh lebih menyeluruh. Imbuh Jubun.***
Sumber: DJ.












