2.838 Formasi CPNS Dan P3K Untuk TTS, Seleksi Dibuka Akhir Mei

Simron Yerifrans - NTT, News
  • Bagikan
2.838 Formasi CPNS Dan P3K Untuk TTS, Seleksi Dibuka Akhir Mei

Seleksi CPNS Dan P3K Segra Dibuka, 2.838 Formasi Untuk Kabupaten TTS.

Liputan4.com, Soe-TTS

Pemerintah Daerah Kabupaten Timor Tengah Selasa (TTS) rencananya akan membuka seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil untuk diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK/P3K).

Karna itu Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati mengundang Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) untuk menghadiri rapat Pansus di ruang Banggar DPRD pada, Selasa, (11/05/2021),

Rapat dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD, Yusuf Soru, Ketua Pansus, Marten Tualaka, Wakil Ketua Uksam Selan, Sekretaris Semuel Sanam dan anggota Yupik Boimau, Marliana Lakapu, Habel Hoti, Pitersius Kefi, Melianus Bana, Ruba Banunaek, Thomas Lopo, Jason Benu, Gaudentius Ninu.

Dalam rapat tersebut sejumlah anggota DPRD yang terbentuk dalam pansus meminta Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) agar dapat menjelaskan tentang kapan adanya seleksi penerimaan CPNS dan P3K serta tenaga honorer yang di beri insentif 300 ribu per bulan.

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan, Musa Benu dalam penjelasannya bahwa, sesungguhnya pengangkatan tenaga honorer ini sudah dilarang oleh pemerintah melalui PP Nomor 48 tahun 2005 yang berbunyi bahwa, sejak ditetapkannya PP nomor 48 tahun 2005 maka semua penjabat pembina kepegawaian maupun penjabat lain di instansi pemerintah dilarang mengangkat tenaga honorer dalam bentuk apapun.

Sedangkan PP nomor 49 tahun 2018 tentang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, namun didalam prakteknya, banyak sekali dinas atau unit kerja yang mengangkat tenaga honorer dengan alasan bahwa itu menjadi kebutuhan dan ada tersedia dana.

“Sampai dengan kondisi 2021 dapat kami sampaikan bahwa, honorer yang diangkat sebelum tahun 2005 sesuai keputusan bupati berjumlah 37 orang. Sedangkan pengangkatan honorer di setiap unit kerja itu tidak pernah dilaporkan sehingga sama sekali tidak diketahui oleh BKPP.

Oleh karena itu kami sudah bersurat ke setiap instansi agar mendata semua tenaga honorer terutama tenaga kesehatan dan para guru honor. Sedangkan untuk tenaga guru honor yang berusia 35 tahun ke atas, pada tahun 2021 sudah ada penetapan pegawai kebutuhan ASN dari Menpan, dengan keputusan Menpan Nomor 581 tahun 2021, tanggal 21 april 2021, dengan kebutuhan ASN yang terdiri dari CPNS dan P3K dengan total kebutuhan 2.838 formasi”, jelasnya.

“Tanggal 30 mei 2021 BKPP akan mengeluarkan pengumuman penerimaan CPNS dan P3K secara resmi, dengan jumlah 2.838 formasi ini terdiri dari P3K guru SD dan SMP sebanyak 2.521 orang, P3K untuk tenaga kesehatan sebanyak 64 formasi, sedangkan CPNS untuk tenaga kesehatan 242 formasi dan tenaga teknis sebanyak 11 formasi. Khusus untuk seleksi penerimaan P3K bianyanya ditanggung oleh Kementrian serta batas umur minimal 20 tahun dan maksimal 1 tahun sebelum pensiun, karena guru pensiunnya 60 tahun, maka maksimal 59 tahun, sedangkan untuk pegawai maksimal 57 tahun.

“P3K akan dilakukan Tiga kali tes. Tes pertama dikhususkan buat eks honorer K2 yang memenuhi syarat dalam hal ini sarjana (strata 1) dan mereka yang honor di sekolah Negeri dan sementara aktif melaksanakan tugas sampai dengan sekarang. Jika mereka yang ikut tes pertama dan tidak lulus, maka mereka diberi kesempatan untuk ikut tes kedua bersama mereka yang honor di sekolah swasta lulusan pendidikan profesi guru (PPG). Selanjutnya mereka yang tidak lulus dalan tes kedua maka mereka akan di beri kesempatan untuk ikut tes ketiga diluar instansi atau di luar wilayah, contohnya tidak lulus tes kedua di soe maka mereka bisa ikut tes di kabupaten kupang atau kabupaten lain”, jelas Musa.

Wakil Ketua Paansus Uksam Selan mengatakan bahwa, DPRD akan mendorong pemerintah agar memberi agaran untuk melaksanakan seleksi penerimaan CPNS dan P3K.

“Jangan sampai formasi yang lagi dinanti-nantikan selama ini hangus karena alasan tersebut. Sedangkan mengenai penertiban perekrutam tenaga honorer agar benar-benar tertib, jangan sampai aturan melarang, sementara, perekrutan jalan terus”, ujar Uksam.

Ketua Pansus Marten Tualaka meminta agar semua yang telah disampaikan diberikan secara data tertulis.

Bagaimana Reaksi Anda?
Suka
8
Suka
Waww
0
Waww
Haha
1
Haha
Sedih
0
Sedih
Lelah
1
Lelah
Marah
2
Marah
  • Bagikan