10 Rb Muslim Sumsel Siap Ke Jakarta Aksi 112, Untuk Bela Agama dan Ulama

--Sekitar 10 ribu umat muslim di Sumatera Selatan yang tergabung dalam Aliansi Muslim Nasional Sumatera Selatan (Almunas) akan menggelar aksi damai pada Jumat 3 Februari mendatang. Aksi ini sebagai bentuk dukungan dan membela ulama dari kriminalisasi.


Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi, mengungkapkan, aksi tersebut akan digelar usai Salat Jumat di Masjid Agung Palembang. Aksi ini diisi dengan tausiah dan doa bersama sehingga tidak menimbulkan gangguan masyarakat.


"Kita perkirakan ada sepuluh ribu massa yang bakal ikut, ini bentuk dukungan kita terhadap ulama," ungkap Habib Mandi, Rabu (1/2).


Menurut dia, dugaan kriminalisasi yang dialami para ulama menjadi sorotan utama. Hal inilah yang harus menjadi perhatian bersama agar pihak kepolisian tidak sewenang-wenang melakukan tindakan hukum di luar aturan.


"Jangan sampai ada kriminalisasi terhadap ulama, umat Muslim harus bertindak dan berdoa agar bangsa ini aman," ujarnya.


Terkait penetapan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan Pancasila, Habib Mahdi, mengaku, tidak menjadi soal jika penyidik berlaku adil dan profesional. Hanya saja, dia berharap kepolisian tidak merekayasa kasus itu yang bertujuan untuk memenjarakan Rizieq Syihab.


"Kami percaya Pak Kapolri, beliau orang Palembang. Mudah-mudahan saja memang profesional, kita berpikir positif saja," pungkasnya. [merdeka/mmcindonesia.com]


–Sekitar 10 ribu umat muslim di Sumatera Selatan yang tergabung dalam Aliansi Muslim Nasional Sumatera Selatan (Almunas) akan menggelar aksi damai pada Jumat 3 Februari mendatang. Aksi ini sebagai bentuk dukungan dan membela ulama dari kriminalisasi.

Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi, mengungkapkan, aksi tersebut akan digelar usai Salat Jumat di Masjid Agung Palembang. Aksi ini diisi dengan tausiah dan doa bersama sehingga tidak menimbulkan gangguan masyarakat.

“Kita perkirakan ada sepuluh ribu massa yang bakal ikut, ini bentuk dukungan kita terhadap ulama,” ungkap Habib Mandi, Rabu (1/2).

Menurut dia, dugaan kriminalisasi yang dialami para ulama menjadi sorotan utama. Hal inilah yang harus menjadi perhatian bersama agar pihak kepolisian tidak sewenang-wenang melakukan tindakan hukum di luar aturan.

“Jangan sampai ada kriminalisasi terhadap ulama, umat Muslim harus bertindak dan berdoa agar bangsa ini aman,” ujarnya.

Terkait penetapan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus dugaan penghinaan Pancasila, Habib Mahdi, mengaku, tidak menjadi soal jika penyidik berlaku adil dan profesional. Hanya saja, dia berharap kepolisian tidak merekayasa kasus itu yang bertujuan untuk memenjarakan Rizieq Syihab.

“Kami percaya Pak Kapolri, beliau orang Palembang. Mudah-mudahan saja memang profesional, kita berpikir positif saja,” pungkasnya. [merdeka/mmcindonesia.com]

Leave a Reply